KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

ASI Donor; Solusi untuk Membantu Ibu Memenuhi Kebutuhan ASI Eksklusif

Posted on: Oktober 5, 2012

Mendapatkan ASI eksklusif adalah hak semua bayi. Berbagai fakta medis telah mengungkapkan berbagai manfaat ASI. Tak dipungkiri, bahwa kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, untuk memenuhi kebutuhan ASI ekslusif pun semakin meningkat. Namun, seringkali ditemukan beberapa kendala untuk dapat terpenuhinya hal tersebut. Misalnya, produksi ASI ibu kurang mencukupi kebutuhan si bayi ataupun masalah medis lainnya. Terkait dengan hal tersebut, salah satu solusi agar pemberian ASI ekslusif dapat tetap terpenuhi adalah dengan memanfaatkan donor ASI.

Donor ASI adalah ibu dengan produksi ASI yang melebihi kecukupan ASI bayinya. Kelebihan ASI tersebut kemudian diperah, dan disimpan di dalam freezer untuk diberikan kepada ibu dengan produksi ASI yang tidak mencukupi kebutuhan bayinya. Dalam hal ini, tentunya kesehatan si pendonor menjadi perhatian utama bagi ibu yang ingin memanfatkan ASI donor. Seperti halnya di AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), dan ASI Eksklusif yang menetapkan rentetan persyaratan bagi ibu yang ingin mendonorkan ASInya. Kedua belah pihak, baik resipien ASI maupun pendonor, sama-sama diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan dan kemudian menandatangani formulir.  Tidak hanya itu, standart penyimpanan ASI pun harus sesuai dengan standart prosedur yang ditetapkan.

 

Berikut adalah beberapa contoh persyaratan untuk ibu yang ingin mendonorkan ASI:

1. Setiap ibu yang ingin menjadi ibu donor diberikan penjelasan tentang bagaimana menjadi ibu donor ASI yang benar.

2. Setiap ibu yang ingin menjadi ibu donor harus mengisi FORMULIR KESEDIAAN MENJADI DONOR ASI, yang berisi:

2.1. Identitas ibu donor yang terdiri dari: Nama ibu donor, Alamat domisili ibu donor, Telepon ibu donor yang dapat dihubungi, Tempat dan tanggal lahir ibu donor, Pekerjaan ibu donor, Agama ibu donor.

2.2. Identitas bayi ibu donor yang terdiri dari: Nama bayi, Jenis Kelamin, Tempat dan tanggal lahir bayi.

2.3. Pernyataan kesediaan untuk diperiksa kesehatannya.

2.4. Pernyataan bahwa telah diberikan penjelasan tentang donor ASI yang benar.

2.5. Pernyataan untuk menjadi ibu donor bagi sejumlah bayi yang dipilih.

2.6. Pernyataan kesediaan menjadi ibu donor selama rentang waktu tertentu.

2.7. Foto ibu donor dan bayinya.

3. Setiap ibu yang ingin menjadi ibu donor harus mengisi FORMULIR STATUS KESEHATAN DONOR ASI yang ditanda-tangani dokter pemeriksa.

4. Syarat kesehatan ibu donor adalah:

4.1. Tidak sedang hamil.

4.2. ASI dalam jumlah melebihi kebutuhan bayi ibu donor.

4.3. Putting ibu donor tidak luka.

4.4. Tidak merokok, tidak minum alcohol, tidak mengkonsumsi narkoba,  tidak mengkonsumsi kafein, tidak minum jamu atau herbal, tidak mengkonsumsi obat-obatan atau konsumsi obat dalam pantauan dokter AES.

4.5. Tidak melakukan transfusi darah dalam waktu 12 bulan terakhir.

4.6. Tidak bepergian ke luar negeri dalam 6 bulan terakhir.

4.7. Bukan vegetarian.

4.8. Tidak menderita HIV/AIDS.

4.9. Tidak menderita infeksi CMV.

4.10. Tidak menderita infeksi HTLV-1.

4.11. Tidak menderita infeksi Hepatitis.

4.12. Tidak menderita TBC.

5. Ibu donor bersedia untuk  diperiksa laboratorium untuk skrining penyakit yang diperlukan.

 

Sedangkan beberapa prosedur penyimpanan, permintaan, dan resipien ASI donor adalah sebagai berikut:

1. Tiap botol ASI donor diberi tulisan Nama ibu donor, Tanggal dan jam perah ASI.

2. Ibu donor hanya boleh menggunakan botol ASI dari AES (ASI Exclusive Service) yang terbuat dari kaca atau plastik polipropilen bersifat BPA-free (Bhisphenol-free) dan telah disterilisasi.

3. Penyimpanan dilakukan pada deep freezer yang suhunya terjaga minimal -20 derajat Celcius, sehingga bisa menjaga kualitas ASI selama hingga enam bulan.

4. Tiap botol ASI donor dipasteurisasi (pemanasan suhu rendah, 62,5-63 derajat Celcius selama 30 menit) untuk menghancurkan HIV (Human Immunodeficiency Virus), HTLV-1 (Human T-Lymphocyte Virus-1), CMV (Citomegalovirus), bakteri (E. coli, S. aureus dan S. beta hemolitikus).

5. Tiap botol ASI donor yang telah dipasteurisasi diberi nomor batch yang berisi kode Nama ibu donor, Tanggal perah asi, Tanggal pasteurisasi, dan Tanggal kadaluarsa.

Permintaan ASI donor.

1. Setiap pelanggan yang akan menggunakan jasa ASI donor haruslah seorang ibu atau wali dari bayi yang akan diberikan ASI donor.

2. Setiap pelanggan yang akan menggunakan jasa ASI donor harus mengisi FORMULIR PERMINTAAN ASI DONOR, yang berisi:

2.1. Identitas pelanggan yang terdiri dari: nama, alamat, telepon, tempat tanggal lahir, pekerjaan dan agama.

2.2. Identitas bayi yang terdiri dari: nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir.

2.3. Alasan permintaan ASI donor yang terdiri dari pilihan: ibu tidak dapat mengeluarkan ASInya atau jumlahnya tidak mencukupi, ibu tidak dapat memberikan ASInya karena alasan medis, ibu meninggalkan bayi untuk bekerja dan alasan lain-lain.

2.4. Kesediaan menerima ASI dari sejumlah donor yang dipilih: 1 orang, 2 orang atau >2 orang.

2.5. Data tempat pengiriman ASI donor yang terdiri dari: contact person, no telepon dan alamat.

2.6. Foto ibu/wali dan foto bayi

4. Resipien.

4.1. Resipien adalah bayi yang membutuhkan ASI donor.

4.2. Resipien harus sudah menerima imunisasi hepatitis B.

4.3. Resipien berjenis-kelamin sama dengan anak dari ibu donor ASI.

Surat Keterangan Donor ASI

Setelah selesai masa pemberian donor ASI, ibu donor maupun ibu resipien akan menerima SURAT KETERANGAN DONOR ASI.

Rentetan ketatnya prosedur di atas adalah untuk menjamin kualitas ASI yang diberikan pihak mediator seperti halnya ASI Eksklusif,  kepada bayi yang membutuhkan. Karena, mendapatkan ASI ekslusif adalah hak semua bayi.

 

Sumber:

–           Parenting Magz (http://www.parenting.co.id/article/bayi/yuk.jadi.donor.asi/001/002/168)

–          Image http://asieksklusif.wordpress.com/about/standard-mutu-donor-asi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: