KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Sindrom Pasca Melahirkan

Posted on: Oktober 9, 2012

Menyambut kelahiran si kecil, tentunya menjadi hal yang menggembirakan bagi orang tua, khususnya bagi Sang ibu. Penantian selama 9 bulan mengandung dengan segala tantangannya, tentunya menghadirkan sensasi tersendiri bagi ibu ketika waktu untuk menatap langsung si kecil semakin dekat. Rentetan persiapan penyambutan si kecil pun, satu persatu mulai dipenuhi. Namun, tidak sedikit orang tua melewatkan persiapan psikis ketika si kecil sudah mulai meramaikan hari-hari mereka. Salah satunya adalah mempersiapkan diri dalam mengenali dan menangani keluhan psikologis ibu pasca melahirkan, yang disebut sebagai Postpartum Blues atau lebih populer dikenal dengan Baby blues. Namun, tidak semua keluhan psikologis yang terjadi dapat serta merta dikategorikan sebagai Baby blues. Di bawah ini merupakan keluhan-keluhan pasca melahirkan yang dialami oleh ibu:

  1. Postpartum psychosis

Keluhan psikis ini tergolong jarang ditemui pada pasca melahirkan. Menurut survey WHO 5%-10% ibu yang melahirkan mengalami postpartum psychosis. Beberapa gejala yang ditemui antara lain;  eforia, over aktif, penurunan waktu tidur, delusi, mudah tersinggung oleh hal-hal kecil, perubahan mood yang cepat dan mendadak, dll. Seseorang dapat dikatakan mengalami postpartum psychosis apabila gejala-gejala tersebut berlangsung selama lebih dari 2 minggu dan terjadi terus-menerus. Ibu yang dideteksi mengalami keluhan ini, memerlukan penanganan dari psikiater.

  1. Postpartum depression

Atau depresi pasca melahirkan. 12%-16% ibu yang baru melahirkan mengalami hal ini. Beberapa gejala yang ditemui antara lain; hypokondria (merasa sakit-sakitan, padahal tubuh sedang dalam keadaan sehat), hypersomnia (keinginan untuk tidur terus), mood yang berubah-ubah dengan cepat, cepat tersinggung, tidak percaya diri, dll. Gejala-gejala tesebut terjadi berangsur-angsur dan bertahan selama 2 minggu sampai 6 bulan. Bentuk penanganan yang diperlukan adalah konseling atau light therapy dari psikolog.

  1. Postpartum blues (baby blues)

Keluhan ini, berdasarkan hasil research WHO, terjadi pada 80% ibu yang baru melahirkan. Gejala-gejala yang dialami hampir serupa dengan postpartum depression, hanya saja pada postpartum blues atau baby blues, gejala tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang relatif singkat. Yaitu, 3-5 hari setelah ibu melahirkan. Baby blues disebabkan oleh turunnya hormon-hormon dlm tubuh ibu secara drastis dan kurangnya waktu istirahat. Yang patut diperhatikan adalah,  jika gejala tsb tidak hilang dalam waktu 2 minggu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Karena dikhawatirkan merujuk kepada postpartum depession atau bahkan kepada postpartum psychosis. Baby blues dapat diatasi dengan adanya dukungan dari suami, keluarga dan teman2 si ibu. Contohnya dengan  memberikan waktu bagi si ibu untuk dirinya sendiri (tidur, mandi, etc), mendengarkan dan mencoba membantu hal-hal  yang menjadi keluhan ibu.

Ketiga gangguan tersebut, tentunya tidak dapat secara langsung disadari oleh si ibu. Oleh karena itu, dibutuhkan kepekaan dari suami dan orang-orang terdekat untuk mengamati dan melakukan hal yang tepat untuk membantu si ibu melewatinya

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: