KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Pijat Bayi; Tugas Orang Tua yang Teralihkan

Posted on: Oktober 25, 2012

Image

Memijat bayi, mungkin terdengar sepele dan seringkali ‘tugas’ tersebut diserahkan kepada pihak luar (tukang pijat). Ternyata, ‘tugas’ tersebut seharusnya dilakukan oleh orang tua bayi agar manfaat-manfaat pemijatan dapat terpenuhi, tidak hanya untuk si bayi, melainkan juga untuk orang tua. Pada saat pemijatan berlangsung, terbangun keintiman antara orang tua dengan si bayi. Sebab melibatkan skin to skin contact. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memijat adalah kesiapan bayi. Manfaat pijat sebagai ungkapan cinta melalui sentuhan, baru didapat ketika bayi dalam kondisi mau untuk dipijat. Misalnya, jangan memijat jika bayi sedang menangis dan meronta. Selain hal tersebut di atas, berikut adalah beberapa manfaat pijat bayi lainnya:

  1. Mengusir rasa tak nyaman. Karena, pada saat tubuh merasa nyaman, hormon oksitosin dan endorfin akan dilepaskan. Keduanya adalah hormon pereda nyeri yang menyamankan bayi saat tumbuh gigi, kolik dan stres.
  2. Mempercepat myelinasi. Yaitu proses perbaikan sistem saraf tatkala jaringan saraf tertutup lemak yang disebut myelin. Stimulasi kulit mempercepat proses perbaikan sistem saraf.
  3. Melatih respon saraf. Karena pijat menyebabkan stres pada bayi akibat adanya tekanan-tekanan pada tubuh. Tetapi adanya suara, sentuhan dan aroma tubuh orang tua akan membuat tubuh bayi rileks. Kedua kondisi berbeda tersebut akan saling menyeimbangkan dan ideal untuk melatih repon saraf bayi.
  4. Meningkatkan kualitas tidur. Bayi akan tidur lebih lama dan lebih nyenyak setelah dipijat.
  5. Merangsang saraf vagus, demikian temuan Dr. Tiffany Field, pendiri Touch Research Institute di Florida. Saraf vagus memiliki banyak sekali fungsi di antaranya meningkatkan daya peristalsis (gelombang kontraksi berirama di perut dan usus yang menggerakkan makanan melewati saluran pencernaan). Itu sebabnya, pijat dapat menstimulasi dan membantu sistem pencernaan.
  6. Mengajarkan anak bahwa sentuhan merupakan bentuk ekspresi.
  7. Membantu pertumbuhan massa otot.
  8. Membangun bonding antara orangtua terhadap bayi, karena pijat kaya akan unsur bonding seperti kontak mata, kontak kulit, aroma tubuh dan suara.
  9. Meningkatkan kesadaran bayi atas tubuhnya. Selagi memijat, namai bagian tubuh bayi untuk mengenalkan anggota tubuhnya. Ketika dipijat kesadaran bayi akan tubuhnya juga dibangun, seperti bahwa tangan dan kakinya menyatu dengan tubuh dan lain-lain.
  10. Memperkuat sistem imun. Pijat secara signifikan meningkatkan jumlah sel pembunuh alami (Riset Touch Research Institute, Florida), yaitu sekelompok sel darah putih yang bisa membunuh berbagai tipe sel yang terinfeksi virus.
  11. Mengajarkan anak sejak lahir bahwa mereka punya wewenang atas tubuhnya dan boleh menolak bila orang menyentuh tubuhnya.
  12. Meningkatkan suplai oksigen dan aliran nutrisi di dalam sel-sel tubuh.
  13. Melancarkan sirkulasi tubuh.
  14. Meningkatkan indera-indera sensorik.

Disamping itu, beberapa manfaat pijat bayi bagi orang tua adalah:

a. Lebih percaya diri terhadap peran barunya.

b. Mengisi waktu secara berkualitas.

c. Meningkatkan kompetensi dalam menenangkan dan menyamankan bayi.

d. Rileks dan menyenangkan.

e. Dapat melibatkan ayah.

f. Membuat orangtua lebih responsif terhadap kebutuhan bayi

Sumber: Ayahbunda.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: