KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Alasan Untuk Meninggalkan High Heels Pada Masa Kehamilan

Posted on: Desember 18, 2012

Wanita pada umumnya, selalu berusaha untuk tampil menarik. Terlebih jika keluar rumah, walaupun hanya pergi ke supermarket. Bagi kebanyakan wanita, sepatu ber-hak tinggi atau yang biasa dikenal dengan sebutan high heels, dipercaya dapat membuat mereka terlihat lebih menarik. Memang, dengan memakai high heels, kaki terlihat jenjang dan memberikan efek elegant bagi si pemakainya.

Ketika memasuki usia kehamilan, wanita penggemar high heels mesti merelakan kaki mereka melepaskan pesona high heels untuk beberapa bulan. Berikut adalah alasan-alasan mengapa penggunaan high heels tidak dianjurkan bagi wanita hamil.

  1. Sakit punggung yang hebat. Pada saat hamil, sendi tulang punggung menjadi lebih lunak karena meningkatnya hormon relaxin yang dihasilkan dari indung telur. Sendi tulang punggung yang lunak akan mudah melonggar bahkan rusak. Padahal, sepatu berhak tinggi dapat merubah postur tubuh dan memberikan ketegangan pada daerah punggung
  2. Jatuh ketika berjalan. Meningkatnya berat badan dan membesarnya perut ketika hamil dapat merubah titik berat. Hal ini membuat kemampuan berjalan dengan seimbang akan berkurang apalagi bila mengenakan sepatu berhak tinggi. Jika wanita hamil terjatuh, maka tidak saja akan membahayakan dirinya tapi juga janin yang dikandungnya
  3. Kaki yang bengkak. Pemakaian sepatu hak tinggi di waktu hamil menyebabkan kaki harus menahan beban ekstra. Bahkan Society of Chiropodists and Podiatrists menemukan bahwa 7 dari 10 wanita hamil yang memakai sepatu hak tinggi ini sering menderita sakit pada kaki

Untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan:

  1. Menginjak kehamilan minggu ke-25, hentikan pemakaian sepatu berhak tinggi. Pakailah sepatu flat atau sepatu dengan hak rendah. Sekarang ini tidak sulit menemukan sepatu flat dan sepatu berhak rendah yang tak kalah cantiknya dengan sapatu berhak tinggi
  2. Bila tetap ingin merasakan betapa menyenangkannya memakai sepatu berhak tinggi, pakailah sepatu tersebut dalam acara-acara tertentu, seperti pesta atau acara formal tertentu. American Podiatric Medical Association (APMA) memang menyarankan pembatasan pemakaian sepatu berhak tinggi ketika hamil
  3. Tinggi hak sepatu yang sebaiknya dikenakan oleh wanita hamil adalah sekitar 2 cm hingga 4 cm saja. APMA menyatakan bahwa sepatu dengan hak yang mencapai 5 cm dan diatasnya tidak baik untuk dikenakan oleh wanita hamil
  4. Untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan, sebaiknya wanita yang tengah hamil memakai sepatu dengan alas yang lebar

Selain tubuh menjadi tidak nyaman karena penggunaan high heels pada masa kehamilan, ternyata juga beresiko terhadap janin. Jadi, tidak ada salahnya untuk me-nonaktifkan sementara koleksi high heels semasa kehamilan.

Sumber: Kompas health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: