KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Stimulasi Puting Untuk Membantu Persalinan

Posted on: Desember 20, 2012

Image

Memasuki minggu-minggu menjelang persalinan, seringkali menimbulkan perasaan tidak menentu bagi ibu. Gembira, gelisah, bahkan mungkin khawatir. Hal tersebut sangat wajar dialami ketika moment besar dan penting semakin dekat. Bagi beberapa wanita yang akan mengalami persalinan pertamanya, bertanya-tanya tentang rasa mulas yang akan dialami, apa yang akan terjadi ketika persalinan itu terjadi, dll. Tentu saja, rasa keingintahuan tersebut adalah semata-mata karena ingin mengalami proses persalinan yang nyaman dan aman bagi ibu dan bayinya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantu proses persallinan adalah dengan melakukan stimulasi puting (nipple stimulation). Stimulasi puting adalah sebuah teknik yang dipercaya dapat mendorong terjadinya sebuah kontraksi awal dengan cara melakukan gerakan melingkar, melakukan gosokan atau pijatan yang lembut pada daerah sekita puting. Cara ini dapat menjadikan payudara terangsang dan saat payudara terangsang, hormon oksitosin akan dilepaskan yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya kontraksi. Selain itu, oksitosin juga dapat membantu lancarnya proses persalinan dengan cara mengontrol kontraksi yang terjadi pada rahim ibu hamil. Manfaat lain dari oksitosin adalah saat bayi telah lahir diperlukan untuk mengembalikan kondisi rahim ke dalam bentuk semula sebelum hamil.

Namun perlu diingat, stimulasi punting ini hanya bisa diterapkan pada kondisi persalinan normal, sebaliknya, jika ibu mengalami kehamilan beresiko seperti mengalami diabetes, memiliki tekanan darah tinggi, preeklampsia dan lainnya, teknik stimulasi puting ini harus dihindari.

Cara melakukan stimulasi puting ini adalah hampir sama saat ibu akan menyusui bayinya,  yaitu dengan cara melakukan pijatan pada seluruh bagian gelap di sekeliling puting (aerola), jadi bukan hanya memutar putingnya saja. Posisikan telapak tangan di bagian atas aerola kemudian lakukan gerakan yang melingkar dibarengi dengan tekanan yang cukup lembut. Lakukan gerakan tersebut selama satu jam selama tiga kali sehari. Untuk setiap payudara lakukan selama 15 menit, setelah itu, ganti ke payudara berikutnya dengan waktu yang sama selama 15 menit, lakukan berulang hingga satu jam. Stimulasi puting akan menunjukkan hasil yang lebih baik tatkala telah masuk waktunya bersalin. Pastikan leher rahim dalam kondisi sudah melunak, kemudian menipis serta telah siap untuk pembukaan persalinan.

Hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan stimulasi puting ini adalah:

  • Jangan melakukan stimulasi puting secara bersamaan terhadap ke dua payudara, tapi lakukan bergantian.
  • Jika kontraksi telah berlangsung dalam waktu 3 menit atau 1 menit, maka jangan lakukan stimulasi puting
  • Tidak melakukan stimulasi puting selama kontraksi berlangsung.

Sumber : Bidanku.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: