KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Zat-zat Kimia Pada Kosmetika yang Harus Dihindari Pada Saat Kehamilan

Posted on: Februari 18, 2013

Image

Pada saat kehamilan terjadi, tubuh mengalami perubahan-perubahan fisiologis. Hal yang menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh ibu hamil adalah kesehatan tubuh ibu hamil dan janinnya. Oleh karenanya, sedapat mungkin ibu hamil menghindari dirinya dari zat-zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan janin.

Kosmetika merupakan salah satu hal terdekat wanita. Tidak dipungkiri bahwa, untuk tetap tampil menarik bahkan pada saat hamil sekalipun adalah keinginan normal setiap wanita. Terkait dengan hal tersebut, berikut adalah beberapa jenis perawatan dan zat-zat kimiawi yang terkandung dalam kosmetik yang harus dihindari pada saat kehamilan.

  1. Perawatan Rambut Kimiawi

–          Perawatan rambut yang menggunakan bahan kimia seperti yang dilakukan dalam rebonding, pengeritingan, atau dalam pengecatan warna rambut. Obat-obatan yang dipakai untuk hal-hal tersebut, mengandung bahan-bahan kimia yang akan masuk ke dalam pori-pori kepala dan ke dalam aliran darah. Ini sangat membahayakan janin dan akan meningkatkan resiko janin lahir dengan kondisi cacat.

–          Penggunaan cream hair removers. Bahan kimia yang terkandung di dalamnya, mudah diserap kulit dan tentunya juga akan membahayakan janin.

  1. Hydroquinone
    Zat kimia ini biasa terkandung pada produk pemutih kulit. Zat ini berpengaruh terhadap enzim yang memproduksi melanin dalam tubuh. Bagi ibu hamil, ini akan menyebabkan terhalangnya proses alami pembentukan kulit yang sehat untuk calon bayi.
  2. Retinoid dan Asam Salisilat
    Kedua zat ini biasa ditemukan pada obat jerawat dan produk anti-aging. Retinoid dan asam salisilat merupakan vitamin A derivatif atau turunan yang dipercaya berbahaya bagi calon bayi. Asam salisilat dalam dosis kecil yang biasa terkandung pada pembersih muka dan lotion masih aman digunakan oleh ibu hamil. Namun vitamin A dalam dosis tinggi seperti yang terkandung pada produk anti-aging dan obat jerawat dapat menyebabkan cacat lahir.
  3. Ftalatat (Phthalates)
    Zat kimia ini biasa tersembunyi pada produk-produk pewangi atau produk kecantikan yang memiliki aroma yang cukup kencang. Memang biasanya kandungan zat ini tidak tertulis pada kemasan, namun ftalatat digunakan untuk menstabilkan pengharum pada produk kosmetik seperti body lotion, parfum dan body spray. Zat ini membuat masalah reproduksi pada binatang dalam dosis yang tinggi. Belum ada penelitian lanjut, tapi sebaiknya hindari produk dengan aroma yang tajam pada saat hamil dan gunakan hanya produk dengan bahan alami tanpa aroma.
  4. Toluen
    Tidak ada larangan mewarnai kuku pada saat hamil, tapi sebaiknya lakukan perawatan dan pewarnaan kuku di tempat yang terbuka dan dengan fentilasi udara yang baik. Hampir semua cat kuku menggunakan toluen untuk mencairkan tekstur cat kuku yang pekat. Saat membuka produk yang memakai zat toluen in, udara di sekitarnya akan terkontaminasi dan membahayakan janin. Bukan hanya cacat lahir saja tapi juga akan terjadi kemungkinan keguguran jika menghirup zat ini dalam dosis yang tinggi.

Sumber:

bidanku.com

Fimela.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: