KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Sekilas Mengenai Kelahiran Prematur

Posted on: April 8, 2013

Image

Menanti kelahiran seringkali menjadi saat-saat bahagia namun sekaligus menegangkan. Potensi terjadinya kelahiran prematur, seolah menghantui para orang tua. Secara garis besar, persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ-organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

Premature Rupture of Membrane (PROM) atau pecahnya membran prematur adalah penyebab kelahiran prematur yang paling umum. Ini bisa terjadi ketika kantung yang berisi bayi dan cairan amniotik pecah atau menyembur sebelum waktunya untuk lahir.

Dokter belum yakin apa penyebab pasti dari PROM, tapi para dokter percaya bahwa infeksi vagina atau terlalu banyaknya cairan amniotik bisa menjadi faktor pemicunya. PROM juga bisa terjadi pada kehamilan bayi kembar atau lebih.

Tidak ada pengobatan atau pun prosedur untuk mencegah atau menghentikan PROM. Namun, dokter bisa memberikan tocolystic yang mungkin bisa menghentikan atau mencegah kelahiran sebelum waktunya. Ini memberikan waktu bagi bayi untuk berkembang, ibu juga mungkin diberikan steroid untuk membantu paru-paru bayi berkembang lebih baik lagi.

Faktor yang bisa memicu kelahiran prematur selain infeksi vagina atau terlalu banyaknya cairan amniotik adalah:

Memiliki mulut rahim yang lemah. Idealnya mulut rahim akan melebar ketika kontraksi dimulai. Kadang-kadang bayi yang tumbuh dan mendorong pada tengkuk, akan membuat mulut rahim terbuka lebih awal sebelum bayi siap untuk dilahirkan.

Usia ibu yang hamil juga menjadi salah satu faktor pemicu bayi lahir prematur. Perempuan yang lebih tua atau memiliki usia di atas 32 tahun, risiko terjadi komplikasi selama masa kehamilannya meningkat dan risiko melahirkan bayi prematur lebih tinggi 40 persen dibandingkan dengan perempuan yang usianya lebih muda.

Psikologis sang ibu. Jika perempuan yang hamil mengalami stres berat atau depresi di awal-awal kehamilan atau selama kehamilan akan berisiko dua kali lipat melahirkan secara prematur. Selain itu juga menimbulkan dampak buruk bagi sang bayi seperti bayi yang kekurangan gizi atau bahkan kematian bayi sebelum melahirkan.

Memiliki bentuk rahim yang tidak normal juga bisa memicu kelahiran secara prematur. Terdapat beberapa perempuan yang mempunyai kelainan dalam bentuk rahimnya, tapi memberikan hasil yang sama yaitu bayi memiliki ruang yang lebih sempit untuk tumbuh dibandingkan dengan bentuk rahim yang normal.

– Faktor lain yang turut menyumbang terjadinya kelahiran secara prematur, seperti placenta previa, preeclampsia dan faktor lainnya.

Sumber: Detikhealth

Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: