KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Kontrasepsi Paska Melahirkan

Posted on: Mei 4, 2013

ImageMasa-masa menyusui, seringkali disebut-sebut sebagai momen mencegah kehamilan alami. Ternyata, pendapat tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Karena meski menyusui bisa menjadi kontrasepsi alami, tetapi bukan berarti ibu bisa tenang dengan tidak memakai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan berikutnya.

Sebab, menurut Prof DR. Biran Affandi, SpOG (K) dari Asia Pasific Council on Contraception (APCOC) Indonesia, menyusui bisa menjadi alat kontrasepsi alami bilamana ibu memberikan ASI secara eksklusif.  Jadi, bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif bagi bayinya maka menyusui bisa sebagai cara untuk memberikan jarak pada kehamilan berikutnya. Namun, perlu diperhatikan adalah lamanya waktu sang ibu dalam memberikan ASI.

“Menyusui tidak menjamin 100% sebagai alat kontrasepsi alami. Namun, untuk ibu yang ingin menjadikan menyusui sebagai alat kontrasepsi maka harus aktif menyusui, setidaknya selama satu jam dalam satu hari. Karena frekuensi menyusui sangat berpengaruh,” kata Prof. DR. Biran

Dengan sering menyusui bayi, maka otak kecil si ibu mampu memproduksi hormon prolaktin lebih banyak. Semakin banyak hormon prolaktin, maka bisa menekan masa subur (ovulasi) dan membuat ibu menyusui menjadi tidak subur. “Aktif menyusui setidaknya 6 kali sehari, dan saat menyusui minimal 10 menit, maka ibu sudah bisa berkontrasepsi secara alami. Tapi jika waktu menyusui kurang dalam sehari kurang dari satu jam, tidak bisa menjamin ibu menyusui tidak hamil,” katanya.

Meski menyusui bisa membantu mencegah terjadinya kehamilan, tetapi ovulasi tetap bisa saja terjadi. Ovulasi dapat mendahului menstruasi pertama paska melahirkan, sehingga mengakibatkan terjadinya pembuahan.

Kontrasepsi paska persalinan merupakan inisiasi pemakaian metode kontrasepsi dalam waktu 6 minggu setelah melahirkan. Pemilihan metode kontrasepsi paska melahirkan sebaiknya dipertimbangkan dengan matang agar tidak menggangu produksi ASI dan tumbuh kembang bayi.  Berkonsultasilah dengan dokter kandungan, untuk  memutuskan jenis kontrasepsi yang sesuai paska melahirkan.

Sumber: Kompas Female

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: