KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Tips Menjalani Kehamilan Bagi Ibu Bekerja

Posted on: November 18, 2013

Image

Memperoleh keturunan yang sehat, merupakan hal yang didambakan oleh semua orang tua. Hal tersebut, tentunya harus dimulai dari saat menjalani kehamilan. Ibu wajib menjaga tubuhnya untuk tetap sehat, salah satu caranya yaitu dengann menjalani pola hidup sehat, baik di rumah maupun di tempat bekerja. Bagi ibu hamil yang bekerja di kantor, tantangan yang harus dihadapinya adalah tetap produktif dan sekaligus tetap sensitif terhadap kondisi tubuh dan janinnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil pada saat berada di tempat kerja, antara lain:

1.  Memastikan kursi serta meja berada di posisi senyaman mungkin, karena wanita hamil sangat rentan terhadap mati rasa dan jari pegal.

2.  Menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja, dan bila ibu menemui kesulitan, jangan pernah ragu untuk meminta bantuan mereka. Wanita hamil harus menghindari beban kerja yang cukup berat dan menghindari hubungan yang penuh konflik dengan sesama rekan kerja.

3.  Hindari radiasi berlebih yang berasal dari peralatan kerja di kantor seperti komputer, telepon genggam, mesin faksimili dan yang lainnya dengan cara meminimalkan pengaruhnya. Cahaya, getaran, suara, dan sinar ultra violet dari peralatan kerja tersebut dapat mempengaruhi kehamilan.

4.  Gunakan sepatu berhak rendah dan nyaman dipakai. Sepatu berhak tinggi dapat menambah rasa sakit di pinggang serta punggung. Selain itu, penggunaan sepatu berhak tinggi pun memiliki risiko terjatuh yang lebih tinggi karena hilangnya keseimbangan tubuh.

5.  Beristirahatlah sejenak setiap beberapa jam, misalnya dengan berjalan santai ke pantry atau ke luar ruangan sambil menghirup udara segar.

6.  Bawalah makanan dari rumah agar lebih higienis dan bergizi baik. Namun, jika tidak sempat membawanya, hindari sembarangan memilih makanan di luar kantor. Pilihlah makanan yang higienis dan memiliki gizi yang seimbang.

7. Perbanyak minum air. Kehamilan menuntut cairan lebih. Hindari kopi, teh, atau soda.

8. Waspadai tanda dan gejala bila terjadi masalah kehamilan Anda (misalnya sering terjadi kontraksi) hingga Anda bisa menilai kapan aktivitas harus dibatasi.

9. Jika pernah ada masalah kehamilan (misalnya perdarahan), mungkin perlu dilakukan modifikasi kerja. Pembatasan aktifitas setelah usia kehamilan 24 minggu sering dibutuhkan pada ibu hamil kembar.

Sumber:

Zwitsal.co.id

Sahabatnestle.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: