KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Pengalaman Yayu Darini Achmad Menggunakan Jasa ASI Donor

Posted on: November 23, 2013

Image

Breastfed babies are healthier babies. Berbagai bukti manfaat ASI bagi bayi, jelas membuktikan bahwa ASI adalah yang terbaik. Hal inilah, yang ditanamkan oleh Yayu Darini Achmad, istri dari dr Achmad Mediana SpOG. Dengan ribuan bujuk rayu industri susu formula, tidak sedikitpun membuat wanita ini ‘menyerahkan’ masa depan Rania, putri bungsunya, tersentuh oleh susu formula.

“Pokoknya, Rania harus dapat yang terbaik. ASI!” ucapnya tegas. Dengan semangat itulah, Yayu kemudian menggunakan jasa ASI donor untuk memenuhi kebutuhan bayinya sejak lahir. Dengan bantuan dari seorang dokter anak, ia mendapatkan rekomendasi beberapa donor ASI. Tentu, tidak dengan serta merta ia meminta kepada para calon donor ASI untuk menyumbangkan ASInya.

“Saya dan suami harus berkenalan dulu dengan ibu donornya, ngobrol panjang lebar, baru kita putuskan apakah akan menjadikannya donor ASI atau tidak. Bagi saya, itu penting untuk dilakukan. Karena kan, saya harus percaya dan nyaman dengan mereka yang membantu saya memenuhi kebutuhan paling dasar anak saya.” Berdasarkan proses itu, kemudian didapat 4 donor ASI, untuk memenuhi kebutuhan ASI Rania yang sudah berlangsung selama kurang lebih 5 bulan. Beberapa ‘rupa’ ASI pun, diberikan kepada Rania.

Tentunya, dari berbagai rupa ASI yang diberikan, Yayu harus selalu aware dengan kondisi bayinya. “Rania pernah menolak ASI dari salah satu donor. Beberapa saat setelah ASI tersebut diberikan, dia muntah. Ya, artinya dia tidak cocok dengan ASI donor itu. Setelah kejadian itu, saya berhenti menerima ASI donor dari si pendonornya.”

Dari banyaknya kantong-kantong ASI donor di dalam freezer kediamannya, bagaimana Yayu mengatur sistem pemberian ASI-ASI tersebut? Berikut adalah cara yang dilakukan oleh ibu dari 3 orang anak ini:

Sistem First In First Out (FIFO)

Yayu meminta para donor ASInya untuk melabel kantong-kantong atau botol-botol penyimpan ASI dengan keterangan tanggal, bulan, dan tahun ASI tersebut diperah. Berdasarkan keterangan tersebut, ia menyusun ASI mana saja yang harus diberikan terlebih dahulu.

“Misalnya, sekarang bulan Oktober, lalu ada kantong-kantong ASI yang keterangannya bulan Agustus, dan ada yang keterangannya bulan September. Ya, yang saya berikan adalah yang bulan Agustus terlebih dahulu. Penting untuk diingat, daya tahan ASI di dalam freezer pada kulkas 2 pintu hanya sekitar 4 bulan.”

Berikut adalah tabel mengenai daya tahan ASI perah

Penyimpanan ASI Segar ASI Beku yang Sudah dicairkan ASI yang sudah dihangatkan Sisa Minum
Suhu Ruangan (16’C – 29’C) 3-4 jam (optimal)

6-8 jam (kondisi sangat bersih)

4 jam Segera diminumkan 1 jam. Jika masih sisa buang.
Cooler Bag + Es batu / ice pack (4’C – 15’C) 24 jam Tidak disarankan Tidak disarankan Buang.
Lemari Es (0’C – 4’ C) 3 hari (optimal)

8 hari (jika kondisi sangat bersih)

24 jam. Lebih dari itu tidak diketahui keamanannya 4 jam Buang.
Freezer Lemari Es 1 pintu (-15’C) 2 minggu Tidak boleh dibekukan Tidak boleh dibekukan Buang
Lemari Es 2 Pintu (-18’C) 3 bulan (optimal)

6 bulan (dapat diterima)

Freezer Tunggal 6 bulan (optimal)

12 bulan (dapat diterima)

Sampai usia Rania berapakah, Yayu akan terus memberikan ASI donor?

“ASI ekslusif sampai Rania berusia 6 bulan, itu pasti. Setelah itu, saya akan berusaha semaksimal mungkin sampai Rania umur 2 tahun. Tidak mudah, memang. Tapi, bukan tidak mungkin untuk dilakukan.” Ujarnya menutup perbincangan.

Sumber tabel : Parenting.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: