KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Image

Berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan ASI ekslusif, selama minimal 6 bulan, merupakan tantangan bagi ibu bekerja. Setelah cuti melahirkan selesai, pemberian ASI eksklusif pada bayi biasanya dilanjutkan dengan ASI perah (ASIP). Pemberian ASIP dilakukan selama bayi tidak bersama ibunya dengan menggunakan botol, cup feeder atau gelas serta sendok. Karena pemberiannya melalui media lain, maka kebersihan peralatan ini wajib dijaga higienitasnya. Karena, besar kemungkinan peralatan untuk memberikan ASIP ini bisa tercemar bakteri. Salah satu jenis bakteri yang mungkin menghinggapi ASIP adalah E. Sakazakii. Penggunaan botol dan alat yang tidak steril membuat risiko kontaminasi E. Sakazakii sangat besar, sama saja seperti susu formula.

Ketika ASI diperah, ASI bersentuhan dengan berbagai obyek, mulai dari tangan manusia, alat pemerah, botol susu, yang semuanya mungkin tidak steril. Walaupun ASI sendiri steril, bersentuhan dengan benda-benda tadi menyebabkan pencemaran bakteri.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2007 dalam International Journal of Food Microbiology(vol. 122 hal. 171-179), Raquel Lenati dan timnya dari Kanada menemukan bukti bahwa bakteri E. sakazakii mampu bertahan hidup dalam ASI yang diperah dan disimpan dalam botol.

Secara alami ASI mengandung zat antibakteri. Tetapi penelitian Raquel Lenati dan rekan-rekan menunjukkan zat antibakteri itu tidak cukup ampuh untuk membunuh bakteri E. sakazakii. Dalam penelitian tersebut bakteri E. sakazakii dapat tumbuh dengan baik dalam susu formula maupun ASI yang disimpan pada suhu kamar (23 dan 37 derajat Celcius), yang sekaligus memperkuat penelitian sebelumnya bahwa susu (formula dan ASI) tidak boleh didiamkan pada suhu kamar lebih dari 4 jam.

Sementara pada suhu kulkas (10 derajat Celcius), kecepatan pertumbuhan E. sakazakii tidak ada bedanya antara susu formula dan ASI, yaitu sekitar 12-30 jam untuk mencapai jumlah bakteri yang optimum. Fakta ini sekaligus memperkuat saran American Dietetic Association bahwa susu formula dan ASI perah harus segera didinginkan pada suhu 2-4 derajat Celcius (suhu nyaris beku) dan dikonsumsi dalam waktu 24-48 jam.

Mengenai penyimpanan ASIP, bisa menggunakan botol kaca yang tutupnya diganti dengan tutup karet, plastik khusus menyimpan ASIP. Selalu ingat untuk memberikan tanggal serta volume dalam plastik/botol yang digunakan untuk menyimpan ASIP untuk memudahkan proses pemberian ASIP pada bayi.

Tabel di bawah ini adalah mengenai prosedur penyimpanan ASIP:

Proses pemberian ASIP yaitu:

  • Ambil atau keluarkan ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
  • Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas. Jangan gunakan microwave atau penghangat sejenis yang bersuhu stabil untuk menghangatkan ASIP agar zat-zat penting ASI tidak larut/hilang.
  • Kocok secara perlahan dulu sebelum mengetes suhu ASI, saya biasanya hanya membolak-balikkan botol supaya tercampur. Lalu tes dengan cara meneteskan ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.

Penting untuk diingat bagi ibu bekerja yang menitipkan bayinya pada pengasuh/ibu/ART untuk mengedukasi dengan baik pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan bayinya. Bila perlu, tinggalkan catatan-catatan penting di tempat yang mudah terlihat, misalnya tentang kebersihan tangan dan/atau alat-alat yang digunakan untuk memberikan ASIP, ataupun tabel prosedur manajemen ASI.

Sumber: Mommiesdaily

Teliti dan Cermat Dalam Memberikan ASI Perah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: