KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Sekilas Mengenai Bayi Tabung

Posted on: Desember 19, 2013

Image

Kehadiran anak bagi sebagian besar pasangan menikah, merupakan hal yang membahagiakan. Namun, bagi beberapa pasangan, memiliki keturunan biologis bisa jadi tantangan besar dan relatif sulit. Salah satu solusi bagi pasangan yang sulit mendapatkan keturunan, adalah melalui proses program bayi tabung. Proses program bayi tabung memang bukan proses singkat. Sebelum Anda dan pasangan memtuskan untuk menjalani program bayi tabung Anda dan suami harus menjalani konseling, pemeriksaan fisik/ginekologik, pemeriksaan ultrasonografi dan hormon, analisa sperma, dan evaluasi gaya hidup (merokok, minum minuman beralkohol dan sebagainya).

Setelah dinyatakan layak untuk mengikuti program ini, barulah proses bayi tabung dimulai. Proses bayi tabung dimulai dengan:

  • Merangsang indung telur dengan pemberian obat-obatan hormonal, agar menghasilkan cukup sel telur.
  • Tahap pengambilan sel telur. Dokter mengambil sel telur jika minimal ada tiga folikel dengan diameter 17-18 milimeter. Pengambilan folikel berisi sel telur ini dilakukan dengan cara dihisap menggunakan jarum khusus melalui vagina dengan bantuan USG.
  • Pengambilan sperma yang dilakukan melalui operasi atau masturbasi.
  • Semua sel telur dan sperma yang diperoleh akan diproses di laboratorium. Setelah siap, sel telur dan sperma akan dipertemukan untuk dilakukan proses pembuahan di dalam cawan petri dengan bantuan medium kultur.
  • Setelah terjadi pembuahan terbentuk zigot, zigot itu akan ditumbuhkan di cawan petri dengan bantuan medium kultur. Zigot akan membelah diri terus menerus hingga akhirnya menjadi embrio. Teknik pembuahan ini bisa dengan cara konvensional atau dengan teknik injeksi/ICSI (baca boks “Jenis-jenis Program Bayi Tabung”)
  • Embrio berusia 2-3 hari kemudian dipindahkan kembali ke rahim calon ibu dengan memakai kateter dipandu alat USG. Setelah semua proses ini selesai, diharapkan akan terjadi kehamilan.

Proses bayi tabung tidak dapat dipastikan 100% berhasil. Tingkat kegagalannya cukup tinggi, yaitu sekitar 60-70%, terutama menyangkut usia istri. Semakin meningkat usia istri, maka kemungkinan untuk hamil – meskipun dengan proses bayi tabung – juga semakin kecil.

  • Jika usia istri berusia dibawah 30 tahun, kemungkinan berhasil sekitar 44,5%.
  • Jika berusia 30-38 tahun sekitar 28-30% dan pada usia 38-42 tahun harapannya sekitar 10-11%.
  • Di atas usia 42 tahun dapat dikatakan kemungkinan hamil 0%.

Penting untuk diingat oleh pasangan bahwa, faktor gagalnya proses bayi tabung tidak hanya tergantung usia. Kegagalan umumnya terjadi karena embrio tidak menempel pada dinding rahim atau tidak terjadi implantasi. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor embrio (cacat kromosom), faktor rahim dan faktor lain yang tidak diketahui penyebabnya. Jadi, sebelum menjalani proses bayi tabung, siapkan fisik dan mental Anda  dan pasangan dengan baik.

Sumber: Ayahbunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: