KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Hasrat Sex Vs Kehamilan

Posted on: Januari 27, 2014

Image

Bagi beberapa pria, sex pada masa kehamilan adalah sesuatu yang menggairahkan. Tapi bagi beberapa, hal tersebut justru dihindari. Keduanya adalah respon yang normal. Termasuk ke mana-kah suami atau bahkan anda? Satu hal yang dapat dipastikan, ketika masa kehamilan mulai ‘menghiasi’ hidup anda, pola sex antar suami-istri pasti berubah.

Kehidupan seksual pasti berubah ketika pasangan anda hamil. Entah sang calon ibu atau ayah, akan merasa khawatir akan ‘keamanan’ bayinya jika hubungan sex dilakukan. Sebenarnya, selama kesehatan kehamilan si ibu sehat, maka ‘keamanan’ bayi tidak perlu dikhawatirkan. Karena, bayi akan terlindungi dengan sangat aman di ‘kantong’nya yang dipenuhi oleh cairan amniotik (ketuban).

Berubahnya hasrat untuk melakukan hubungan seksual pada masa kehamilan, adalah hal yang wajar.

Di trimester pertama kehamilan, beberapa calon ayah justru merasa lebih bergairah dibandingkan sebelumnya. Hal ini disebabkan karena mereka merasa bahwa sisi maskulin mereka terbukti. Sebelumnya, mungkin beberapa suami merasa khawatir akan kesuburan mereka, namun ketika istri mereka hamil, hal tersebut memberikan ‘pengakuan’ akan kesempurnaan fungsi total mereka sebagai laki-laki dari sisi fisiologis (fisik). Sebagai tambahan, banyak dari calon ayah merasa lebih dekat secara emosi terhadap istrinya dibandingkan sebelumnya, dan perasaan tersebut biasanya ‘diungkapkan’ melalui hubungan sex.

Sementara pada ibu hamil, trimester pertama mungkin menjadi masa-masa ‘menyiksa’ karena mual-mual di pagi hari, bahkan sepanjang hari. Melewati masa-masa itu, banyak ibu hamil merasa bahwa mereka tidak lagi merasa atraktif atau cukup seksi bagi suaminya. Meningkatnya berat badan, perut yang membesar, atau bahkan timbulnya stretch mark pada beberapa bagian tubuh, ‘menganggu’ rasa percaya diri ibu hamil untuk melakukan hubungan seksual.

Hal yang bisa dilakukan untuk menangani ‘konflik’ tersebut satu-satunya adalah dengan komunikasi terbuka. Satu sama lainnya saling mengutarakan keinginan dan kekhawatirannya masing-masing. Masa-masa ini pun, dapat dijadikan momen untuk lebih mengeksplorasi posisi sex, dan bagian tubuh pasangan yang tentunya aman dan nyaman bagi kehamilan.

Sumber: babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: