KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Peran Suami Selama Masa Kehamilan

Posted on: Januari 27, 2014

Image

Kehamilan seringkali hanya dikaitkan kepada ‘urusan perempuan’, seolah laki-laki (ayah) tidak mendapat celah untuk menjadikan urusan kehamilan adalah juga urusan mereka. Mengutip dari babycenter.com, tenyata hasil survey menunjukkan bahwa ayah si jabang bayi ternyata ikut kasak kusuk mengenai kehamilan istrinya. Setidaknya, mereka mencari informasi lewat beberapa artikel, bahkan buku. Memang, pada kenyataannya, ayah baru ‘dihadapkan’ pada kehadiran bayinya pada saat mereka mengalami kurang tidur dan mengganti popok pada dini hari. Jelas, tidak ada satu pun ayah yang bisa mengalami perkembangan bayinya dari hari ke hari, sensasi membawa-bawa perut besar setiap hari ketika si bayi masih dalam kandungan.

Keterbatasan-keterbatasan tersebutlah yang kerap membuat para ayah ‘gerah’ ketika mereka terkadang dianggap kurang berempati pada kehamilan istrinya dan kemudian membuat mereka bingung untuk menunjukkan kepeduliannya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan para ayah untuk turut ‘merayakan’ masa kehamilan istrinya:

1. Memberi perhatian pada hal-hal sederhana

Tidak hamil, bukan berarti tidak mampu berpartisipasi sebagai pengamat aktif. Biarkan si ibu hamil ‘ngeh’ akan perhatian anda dengan mengagumi perutnya yang semakin membesar, rasakan ‘tendangan-tendangan’ si kecil, memasak musik dan membacakan dongeng untuk janin. Selain itu, ayah juga boleh memiliki jurnal-nya sendiri. Jurnal tersebut dapat berisikan perkembangan ibu dan janinnya, pertanyaan, kekhawatiran, atau bahkan harapan si ayah ketika bayi tersebut lahir.

2. Selalu siap siaga

Selalu ada untuk menemani istri memeriksakan kondisi kandungannya, ikut bertanya kepada dokter kandungan, menunjukkan bahwa ayah bukanlah sekedar pengamat pasif. Jangan lupa untuk ‘mengintip’ janin ketika dokter melakukan pemeriksaan USG. Selain itu, selalu luangkan waktu untuk menemani istri melakukan pemeriksaan darah, konsultasi ASI, dan bahkan beberapa senam hamil yang melibatkan partisipasi suami di dalamnya.

3. Ikut menjadi lebih sehat

Ketika ibu hamil berusaha untuk menjaga kesehatannya, seperti mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah, minum air putih lebih banyak, menghindari alkohol, dll. Tidak ada salahnya ayah pun ikut menjadi sehat dengan ‘pola baru’ istrinya. Misalnya dengan Berhenti merokok, mengurangi atau bahkan tidak mengkonsumsi minuman berakohol, mengubah pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran, menemani istri berolahraga, sebisa mungkin menghindari lembur di kantor agar dapat lebih menghabiskan waktu berdua di rumah.

4. Go the extra mile

Ibu hamil dapat menjadi sangat menuntut perhatian pasangan. Tidak ada salahnya untuk selalu berusaha memenuhinya. Misalnya, belanja bulanan atau isi kulkas, mengirim karangan bunga, atau bahkan memasak makanan yang sedang sangat diinginkan.

5. Mendampingi pada saat persalinan

Siapkan hal-hal untuk membuat ibu hamil merasa nyaman pada saat persalinan, seperti menyiapkan musik yang ingin didengarnya pada moment moment persalinan; selalu siap untuk memeluk dan menenangkannya, memijat, dan memberinya minum. Bahkan, jika memungkinkan, minta kepada dokter atau bidan yang menangani persalinan agar anda sebagai ayah si bayi, diperbolehkan untuk ikut memegang bayi ketika ia keluar dan membantu dokter memotong tali pusat.

6. Belanja, berbincang, dan memutuskan beberapa hal bersama

Pada saat bayi sudah lahir, tentunya pakaian untuk si kecil sudah harus siap. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menyiapkan dokumen-dokumen untuk akte kelahiran, botol-botol untuk menampung ASI, popok kain dan/atau popok sekali pakai.

7. Mempersiapkan hal-hal untuk memulai hidup sebagai sebuah keluarga

Hal-hal yang bisa dilakukan dalam hal ini, antara lain; mempersiapkan tabungan pendidikan, asuransi kesehatan, mengatur cuti untuk menemani istri menghadapi persalinannya dan hari-hari pertamanya sebagai ibu, dan memberi hadiah khusus bagi istri karena ia sudah memberikan hadiah terbaik.

Selamat menjadi ayah!

Sumber: babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: