KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Image

Banyak ibu hamil yang secara sengaja menghindari kafein, alkohol, nikotin, dan obat-obatan yang tidak perlu, tetapi kurang berhati-hati untuk minum secangkir teh herbal. Penting untuk diperhatikan, bahwa: Teh herbal dapat bereaksi di dalam tubuh seperti halnya obat resep, dan mungkin saja memiliki efek samping.

Teh yang terbuat dari herbal seperti peppermint dan thyme mungkin aman untuk diminum sesekali dalam jumlah kecil saat sedang hamil atau menyusui. Tapi minum berlebihan, teh apapun dapat memiliki efek samping negatif bagi kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Kandungan ekstrak herbal (tumbuh-tumbuhan) pada minuman herbal, lebih terkonsentrasi. Sehingga meminumnya dapat membahayakan dibandingkan jika dikonsumsi sebelum bahan-bahan tersebut diekstrasi.

Tidak banyak penelitian tentang keamanan produk herbal, jadi jika ibu hamil dan menyusui berniat untuk mengkonsumsi minuman herbal, sangat dianjurkan untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Teh herbal seperti apa yang aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui?

Banyak herbal yang digunakan dalam teh , ketika digunakan dalam jumlah besar atau dijadikan sebagai obat, tidak tertutup kemungkinan bisa berbahaya . Beberapa bahkan dapat meningkatkan kemungkinan keguguran , persalinan dini , atau berat badan lahir rendah .

Beberapa jenis herbal yang kemungkinan dapat menyebabkan masalah jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih antara lain adas manis, jahe , catnip , chamomile , comfrey , ephedra ( disebut ma huang dalam pengobatan tradisional Cina dan dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 2004 ) , mistletoe Eropa , kembang sepatu , horehound , Labrador , serai , akar licorice , mugwort , pennyroyal , daun raspberry , rosemary , sage , sassafras , daun jelatang , vetiver , dan yarrow .

Jahe umumnya digunakan untuk meredakan morning sickness selama kehamilan , dan penelitian telah menunjukkan efektivitas dan keamanan untuk tujuan ini . Tapi ada juga beberapa bukti bahwa hal itu mungkin berdampak negatif terhadap hormon seks janin . Jadi sebelum meminum teh jahe , pastikan untuk mendiskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter.

Catatan : Ibu hamil masih bisa makan makanan yang mengandung beberapa tumbuh-tumbuhan ini , seperti rosemary dan adas manis, karena jumlah yang digunakan dalam makanan umumnya jauh lebih kecil daripada yang digunakan dalam teh dan tidak pekat atau terkonsentrasi .

Bagaimana dengan teh herbal yang memang ditujukan untuk ibu hamil?

peringatan yang sama berlaku untuk teh yang dibuat khusus untuk wanita hamil, yang dijual di supermarket dan toko makanan kesehatan. Sementara produsen teh kehamilan mempromosikan produk mereka sebagai produk sehat bagi ibu hamil, lagi-lagi tidak ada studi klinis yang mendukung klaim ini, dan keamanan bahan tidak dijamin.

Teh Kehamilan biasanya mengandung bahan-bahan seperti alfalfa, biji adas, daun sereh, lemon verbena, daun jelatang, rosehip, dan daun strawberry. Tidak semua obat ini aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Misalnya, daun jelatang dapat merangsang rahim dan bisa menyebabkan keguguran.

Jadi, jika ibu hamil memutuskan untuk mengkonsumsi teh herbal, selalu periksa label kemasan dan hindari bahan-bahan yang tidak aman atau tidak dikenal.

Sumber: babycenter.com

Teh Herbal Vs Kehamilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: