KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Pusing Pada Masa Kehamilan

Posted on: Februari 20, 2014

Image

Sakit kepala, merupakan hal yang lumrah dialami oleh semua orang. Namun, jika sakit kepala terjadi pada ibu hamil, hal tersebut perlu diwaspadai. Pada saat hamil, sistem kardiovaskular mengalami perubahan dramatis. Denyut jantung naik, jantung memompa lebih banyak darah per menit, dan jumlah darah dalam tubuh meningkat sebesar 40 hingga 45 persen. Selama kehamilan normal, pembuluh darah membesar dan tekanan darah secara bertahap menurun, mencapai titik terendah pada pertengahan kehamilan. Kemudian mulai naik kembali, ke tingkat regulernya pada akhir kehamilan.

Umumnya, sistem kardiovaskular dan saraf ibu hamil dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ini, dan ada aliran darah yang cukup ke otak. Tapi kadang-kadang sistem saraf tidak dengan cepat beradaptasi dengan perubahan ini, hal tersebut dapat mengakibatkan ibu hamil merasa pusing dan dapat menyebabkan pingsan.

Apa yang sebaiknya dilakukan ketika sakit kepala menyerang?

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah berbaring untuk menghindari jatuh dan melukai diri sendiri jika pingsan. Jika sedang berada di tempat di mana tidak mungkin untuk berbaring, usahakan untuk duduk dan meletakkan kepala di antara lutut.

Berikut adalah beberapa penyebab paling umum sakit kepala selama kehamilan dan beberapa saran tentang bagaimana untuk menghindarinya

–  Berdiri terlalu cepat: Ketika duduk, darah dominan berada di kaki. Jika tubuh tidak mampu menyesuaikan ketika berdiri, yang terjadi adalah tidak cukupnya darah yang mengalir kembali ke jantung dari kaki. Akibatnya, tekanan darah akan turun dengan cepat, dan membuat merasa lemah.

Untuk mengatasi hal ini, hindari berdiri terlalu cepat dari kursi atau tempat tidur. Dari posisi berbaring, duduk perlahan-lahan dan tetap duduk selama beberapa menit dengan kaki menjuntai di sisi tempat tidur atau sofa. Lalu perlahan-lahan bangkit dari duduk ke berdiri.

– Berbaring telentang: Di trimester kedua dan ketiga kehamilan, membesarnya rahim dapat memperlambat sirkulasi di kaki. Berbaring telentang dapat membuat masalah ini menjadi lebih buruk.

Untuk menghindari masalah ini, dianjurkan untuk berbaring pada sisi kiri, bukan telentang.

– Vasovagal sinkop: Beberapa orang merasa pusing ketika mereka batuk, kencing, atau buang air besar. Tindakan ini dapat mendorong tekanan darah dan denyut jantung menurun, menyebabkan pusing dan pingsan. (Vasovagal berarti saraf vagus mempengaruhi sistem peredaran darah,. Syncope berarti pingsan) Dehidrasi, kecemasan, dan rasa sakit juga bisa menjadi pemicu.

Wanita hamil lebih rentan terhadap sinkop vasovagal. Selain merasa ringan, sering didahului oleh tanda-tanda seperti perasaan hangat, pucat, berkeringat, mual, menguap, dan hiperventilasi. Perhatikan gejala-gejala ini dan berbaring segera untuk membantu menjaga diri dari pingsan.

– Tidak cukup makan dan minum: Bila seorang ibu hamil tidak mendapat cukup asupan nutrisi, bisa mengakibatkan gula darah rendah (hipoglikemia), yang dapat membuat merasa pusing atau pingsan. Cobalah untuk menjaga gula darah selama kehamilan

Dehidrasi dapat memiliki efek yang sama. Pastikan menjaga asupan air pada tubuh dengan minum delapan sampai sepuluh gelas air sehari – lebih jika berolahraga atau jika panas.

–  Anemia: Jika seorang ibu hamil mengalami anemia, artinya sel darah merah lebih sedikit untuk membawa oksigen ke otak dan organ tubuh lainnya, hal inilah yang menyebabkan datangnya sakit kepala atau pusing. Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia.

Jadi, pastikan untuk mengkonsumsi makanan  kaya zat besi, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

–  Suhu udara yang terlalu panas: Menghabiskan waktu di ruang panas mandi dengan menggunakan air panas, dapat menyebabkan pembuluh darah membesar, dan menurunkan tekanan darah.

Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan keluar dari ruangan yang pengap atau panas tersebut, mandi dengan air dingin jika suhu udara terlalu panas, dan menjaga suhu kamar atau ruangan agar tetap dingin dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

–  Hiperventilasi: olahraga berlebihan atau merasa cemas kadang-kadang dapat menyebabkan terjadiinya hiperventilasi dan merasa lemas.

Meskipun berolahraga dapat membantu sirkulasi darah, berhati-hatilah untuk tidak berlebihan. Mulailah perlahan-lahan, dan berhenti jika merasa lelah atau mulai merasa tidak nyaman.

Segera hubungi dokter, jika kondisi di bawah ini berlangsung:

Merasa pusing yang disebabkan oleh hal-hal seperti kepanasan, kelaparan, atau bangun dari posisi tidur atau tidur terlalu cepat, umumnya akan hilang setelah melahirkan. Namun, jika langkah-langkah sederhana yang dibahas di atas tidak menghilangkan masalah atau bahkan sakit kepala berlangsung terus-menerus, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter kandungan.

Gejala lain yang harus segera membutuhkan tindakan dari dokter antara lain; sakit kepala parah, penglihatan kabur, gangguan bicara, jantung berdebar, mati rasa, kesemutan, nyeri dada, sesak napas, atau perdarahan. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda dari masalah mendasar yang serius yang dapat mempengaruhi kondisi ibu hamil atau janin.

Pada awal kehamilan, sakit perut disertai dengan pusing bisa menjadi tanda kehamilan ektopik, yang membutuhkan perhatian segera.

 

Sumber: babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: