KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Sekilas Tentang Kehamilan Simpatik

Posted on: Februari 20, 2014

Image

Kehamilan adalah mutlak pengalaman yang hanya bisa dimiliki oleh perempuan. Berikut dengan sensasi-sensasi uniknya, seperti mual, sembelit, pusing, dll. Faktanya, tidak dapat dipungkiri bahwa hanya perempuan yang punya kelebihan mengalami hal-hal tersebut. Tetapi faktanya, sensasi sensai unik yang dialami oleh wanita hamil, seperti yang disebutkan di atas, juga dialami oleh Si calon ayah.

Sindrom tersebut, disebut dengan sindrom couvade. Lebih dikenal dengan istilah ‘kehamilan simpatik’. Hal ini terjadi pada pasangan ibu hamil (atau, dalam beberapa kasus, seorang teman dekat atau saudara), dimana mereka memiliki gejala yang secara luar biasa meniru kehamilan.

Jika Anda sedang berhadapan dengan couvade dalam rumah tangga Anda, ada dua kemungkinan mengapa hal tersebut terjadi, yaitu: stres dan empati. Stres melepaskan zat kimia dalam tubuh yang dapat bermanifestasi sebagai kehamilan simpatik. Dan biasanya terelasi dengan dengan kekhawatiran umum, seperti keuangan, dan masalah kesehatan. kehamilan sering menegangkan bagi kedua belah pihak. Begitu pula dengan rasa empati yang berlebih.

Meskipun laki-laki mungkin tidak banyak membicarakannya, gejala-gejala tersebut memang tidak umum. Biasanya sindrom couvade ini, terjadi pada pasangan yang pernah berurusan dengan infertilitas atau keguguran.

Kabar baiknya, sindrom couvade hanya berlangsung sementara dan bukanlah hal yang mengkhawatirkan. Untuk menanganinya, hanya dibutuhkan seorang teman atau beberapa teman dekat untuk selalu mendengarkan keluhan-keluhan pihak yang mengalami sindrom ini. Sindrom ini hanya akan bertahan paling lama sampai bayinya lahir.

Beberapa orang, di sisi lain, mengalami couvade ekstrim. Beberapa dari mereka bahkan mengalami pembengkakan ringan di beberapa bagian tubuh. Selain gejala-gejala yang membuat tidak nyaman, penderita mengalami perubahan yang sebenarnya dalam kadar hormon mereka. Sekali lagi, kita dapat melihat ke hubungan pikiran-tubuh untuk menjawabnya.

Stres dapat menurunkan kadar testosteron pada pria, dan meningkatkan hormon estrogen yang berlebih, sehingga menciptakan gejala mirip dengan kehamilan. Selain itu, pria dengan couvade ekstrim umumnya memiliki terlalu banyak cortisol – bahan kimia yang terkait dengan stres. Terlalu banyak kortisol dalam jangka panjang dapat mengakibatkan peningkatan prolaktin, yang dapat menyebabkan gejala fisik seperti pembesaran payudara.

Sumber: Babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: