KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Sekilas Mengenai Carpal Tunnel Syndrome Pada Kehamilan

Posted on: Februari 24, 2014

Image

Carpal tunnel syndrome (CTS) atau dalam bahasa indonesia berarti sindroma terowongan karpal adalah kumpulan gejala akibat jebakan atau penekanan pada nervus medianus ketika melalui terowongan karpal di pergelangan tangan. Seseorang yang mengalami CTS, akan merasakan kesemutan dan/atau kebas di tangan. Biasanya hal ini terjadi pada mereka yang melakukan aktivitas berulang atau terus menerus dengan gerakan yang sama menggunakan tangannya (misalnya, programer komputer, pekerja perakit, dll) dan wanita hamil.

Gejala yang timbul berupa mati rasa atau kebas, kesemutan, nyeri, atau bahkan sakit yang berlebihan pada jemari tangan, tangan atau pergelangan tangan. Gejala-gejala tersebut, biasanya datang dan pergi lalu memburuk di malam hari. Pada saat-saat tertentu, ketidaknyamanan dari sindrom ini dapat meluas ke bagian lengan bawah dan lengan atas. Dalam beberapa kasus yang tergolong parah, tangan dapat menjadi sangat lemas dan gemetar.

Gejala biasanya mempengaruhi kedua tangan dan dapat muncul kapan saja, tapi mereka lebih cenderung untuk mulai memburuk ketika memasuki trimester kedua kehamilan, yaitu saat wanita hamil membutuhkan lebih banyak cairan. Gejala biasanya hilang secara bertahap setelah melahirkan, seiring dengan berkurangnya pembengkakan.

Penyebab CTS pada kehamilan

Carpal tunnel adalah kanal tulang yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan pada tiga sisi dan ligamentum yang berjalan di pergelangan tangan di sisi lain. Retensi cairan dan pembengkakan yang sangat umum terjadi selama kehamilan dapat meningkatkan tekanan dalam ruang yang relatif sempit dan tidak fleksibel ini, dan menekan saraf median yang berjalan melaluinya.

Nervus Medianus memberikan rangsangan ke ibu jari dan telunjuk, jari tengah, dan setengah dari jari manis dan bertanggung jawab untuk pergerakan otot pada pangkal ibu jari. Tekanan pada saraf ini menyebabkan gejala carpal tunnel syndrome (CTS).

Hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dari CTS adalah, mencoba mencari tahu jenis kegiatan apa yang cenderung menyebabkan atau memperburuk gejala-gejala tersebut, dan menghindari kegiatan itu sebisa mungkin. Atau jika memang tidak dapat dihindari, coba untuk mencari cara yang nyaman untuk menguranginya. Sebagai contoh, jika Anda bekerja di depan komputer, yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan ketinggian kursi sehingga pergelangan tangan tidak terlalu membungkuk ke bawah saat mengetik. Dan pastikan untuk beristirahat sejenak untuk menggerakkan lengan dan meregangkan tangan.

Jika gejala mengganggu Anda di malam hari, coba untuk menstabilkan pergelangan tangan dalam posisi netral/lurus (tidak bengkok). Posisi  yang netral memungkinkan terowongan karpal untuk menjadi sedikit lebih lebar. Hindari tidur dengan bertumpu di atas tangan, menggeser posisi tidur dan mencoba menopang lengan dengan satu atau dua bantal saat merasakan kesemutan. Jika Anda bangun dengan rasa sakit, coba gerak-gerakkan tangan sampai rasa sakit atau mati rasa hilang. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gerakan yoga. Konsultasikan gejala-gejala yang dialami kepada instruktur prenatal yoga. Yoga dapat membantu meningkatkan kekuatan lengan dan tangan dan juga mengurangi sakit yang ditimbulkan dari sindrom ini.

CTS umumnya akan hilang berangsur atau bahkan seketika setelah bersalin. Namun, jika gejala-gejala tersebut sangat menganggu, segera konsultasikan hal tersebut ke dokter kandungan.

Sumber: babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: