KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Warna Kulit Menggelap Ketika Hamil

Posted on: Maret 10, 2014

Chloasma

Merupakan hal yang umum bagi wanita hamil,  untuk memiliki beberapa spot atau bagian pada tubuh yang warna kulitnya lebih gelap dari warna kulit normalnya. Hal ini biasa disebut topeng kehamilan (tapi secara resmi dikenal sebagai chloasma atau melasma gravidarum).

Wanita berkulit lebih gelap lebih rentan terhadap kondisi ini dibandingkan wanita dengan warna kulit yang lebih terang. Ditambah lagi, jika di keluarga memiliki riwayat chloasma.

Bercak-bercak kehitaman tersebut dapat muncul di sekitar daerah atas bibir, hidung, tulang pipi, dan dahi, kadang-kadang dalam bentuk masker atau tampak seperti lapisan kulit tipis dengan warna yang lebih gelap. Bercak-bercak tersebut juga bisa muncul pada lengan dan bagian lain pada tubuh yang terkena sinar matahari.

Terlebih lagi, chloasma dapat ditemukan pada bagian-bagian kulit yang sudah lebih berpigmen – seperti puting, bekas luka, dan kulit alat kelamin – menjadi lebih gelap selama kehamilan. Hal ini juga cenderung terjadi di daerah rawan gesekan, seperti ketiak dan paha bagian dalam.

Perubahan ini mungkin dipicu oleh perubahan hormon selama kehamilan, yang merangsang peningkatan sementara produksi melanin, yaitu substansi alami yang memberi warna pada rambut, kulit, dan mata. Paparan sinar matahari juga memiliki peran dalam pembentukan chloasma.

Area-area kulit yang mengalami peningkatan pigmentasi ini, biasanya akan memudar beberapa bulan setelah melahirkan dan warna kulit akan berangsur kembali ke warna aslinya. Namun pada beberapa wanita, chloasma bisa jadi tidak sepenuhnya menghilang.

Bagaimana dengan garis hitam di sepanjang perut bagian bawah?

Linea alba

Ini disebut linea nigra. Sebelum memasuki masa kehamilan, ada ‘garis tipis’ antara pusar sampai ke tulang kemaluan bagian atas, garis ini disebut linea alba. Beberapa wanita mungkin kurang ‘ngeh’ akan garis ini, dikarenakan warnanya yang hampir sama dengan warna kulit. Hal ini juga disebabkan oleh produksi melanin yang juga menyebabkan bercak-bercak kehitaman pada wajah dan area tubuh lainnya dan akan memudar kembali ke warna kulit pra-hamil beberapa bulan setelah melahirkan.

Meskipun chloasma umumnya akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan, cara sederhana untuk meminimalisasinya, yaitu dengan melindungi diri dari paparan sinar matahari. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, karena paparan sinar ultra violet (UV), merangsang pembentukan pigmen. Pemakaian sunblock SPF 30 dengan kandungan anti UVA dan UVB, dapat membantu mengurangi dampak dari paparan sinar UV.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah, hindari pemakaian krim wajah dan tubuh yang mengandung formula pemutih. Kandungan pada kosmetika yang bertujuan untuk mencerahkan atau bahkan memberikan efek putih pada warna kulit, sangat berbahaya bagi kehamilan. Jadi, hindari penggunaan kosmetika tersebut. Toh, chloasma akan berangsur hilang setelah melahirkan.

Sumber: Babycentre

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: