KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Pentingnya Pemeriksaan Medis Pra-Nikah dan Pra-Kehamilan

Posted on: Maret 17, 2014

Image

Pasangan yang merencanakan untuk menikah, tentunya juga menyusun berbagai macam kegiatan untuk mempersiapkan pernikahan. Dari mulai membuat konsep foto pra-nikah (pre-wed), konsep paket pernikahan, gedung, daftar tamu, seragam panitia, dll. Namun, ada salah satu hal penting yang sering dilewatkan, yaitu melakukan pemeriksaan medis sebelum menikah.

Bekerjasama dengan Prodia Laboratorium, pada tanggal 15 Maret 2013, dr Achmad Mediana, SpOG menggelar sebuah mini seminar dengan tema “Pre-Marital dan Pre-Natal Check Untuk Mempersiapkan Kehamilan dan Deteksi Dini Kelainan Janin”, di AMS Clinic, Kemang Timur – Jakarta Selatan. Pada kesempatan ini, dr Achmad Mediana, SpOG menuturkan pentingnya bagi pasangan untuk melakukan pemeriksaan medis pra-nikah. “Pemeriksaan pre-marital pasangan itu, sangat penting. Karena, hal ini berkaitan erat dengan bagaimana pasangan tersebut mempersiapkan hadirnya generasi sehat dan unggul”.

Adapun, rentang waktu yang idealnya disiapkan oleh pasangan yang berencana untuk menikah dan memiliki keturunan, adalah 6 bulan sebelum menikah. Dengan adanya pemeriksaan tersebut, diharapkan dapat dilakukan intervensi medis untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kelainan janin yang disebabkan oleh faktor kromosom dari pasangan. Lebih jauh, untuk mempersiapkan psikis pasangan jika kelainan tersebut tidak terhindari.

Premarital (pra-nikah) dan prenatal (pra-kehamilan) check yang umumnya dilakukan oleh pasangan adalah:

  1. Rubella
  2. Riwayat penyakit turunan (misal hemofilia)
  3. Penyakit Diabetes Melitus
  4. Hipertensi
  5. Gaya hidup (perokok, konsumsi alkohol,dsb)
  6. Analisa hormonal
  7. Analisa sperma (khusus pria)
  8. Pemeriksaan organ kelamin
  9. Pemeriksaan payudara, perut, analisa sel telur, dan organ kandungan (khusus wanita)
  10. Papsmear, USG transvaginal (khusus prenatal)

Menutup mini seminar, dr Achmad Mediana SpOG menambahkan, “Memang, tidak semua bentuk kelainan janin dapat dideteksi dari awal. Terutama untuk kelainan yang terjadi pada masa kehamilan (bukan karena faktor turunan). Bukan hanya faktor kromosom pasangan yang memiliki peran terjadinya cacat pada janin, polusi, asupan gizi, bahkan stres karena pekerjaan bahkan kemacetan lalu lintas pun bisa jadi ‘menyumbangkan’ perannya. Oleh karena itu, penting bagi pasangan yang menginginkan keturunan yang sehat, untuk benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memasuki masa kehamilan”.

Jadi, bagi Anda yang sedang melakukan persiapan menikah atau pun kehamilan, luangkan waktu untuk memeriksakan kesehatan diri Anda dan pasangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: