KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Pendarahan Hidung Saat Hamil

Posted on: April 8, 2014

Image

Pendarahan di hidung, atau umum disebut mimisan, sering kali terjadi pada ibu hamil. Walaupun menyebabkan ketidaknyamanan, umumnya hal ini tidak membahayakan ibu dan janinnya. Mimisan pada masa kehamilan terjadi karena, membesarnya pembuluh darah di hidung dan meningkatnya asupan darah, menambah ‘tekanan’ pada pembuluh darah. Sehingga, pembuluh darah yang relatif ‘tipis’ tersebut lebih mudah robek.

Biasanya pendarahan di hidung terjadi pada saat flu menyerang, infeksi pada sinus, alergi, atau ketika membran di dalam hidung mengering (terlalu lama berada di ruangan ber-ac, cuaca yang sangat dingin, kabin pesawat, dll). Adanya trauma dan beberapa kondisi medis tertentu, seperti misalnya tekanan darah yang tinggi juga dapat menyebabkan pendarahan.

Pendarahan pada hidung, bisa dihentikan dengan beberapa cara:

Image

  1. Menjaga posisi kepala lebih tinggi dibandingkan posisi jantung, dan menekan cuping hidung yang berdarah selama 5-10 menit. Dengan menggunakan ibu jari dan sisi jari telunjuk, perlahan mencubit lembut seluruh bagian bawah hidung. Jangan dilepaskan sampai pendarahan benar-benar berhenti – karena itu bisa mengganggu proses pembekuan.
  2. Mengompres hidung dengan es. Hal ini dapat membantu proses penyempitan pembuluh darah. Jangan berbaring atau menengadahkan kepala karena darah dapat tertelan dan mengakibatkan mual bahkan muntah.

Jika pendarahan tidak juga berhenti setelah 10 menit, lanjutkan mengompres dan/atau menekan cuping hidung selama 10 menit lagi. Namun, jika hal tersebut masih berlangsung lebih dari 20 menit, segeralah memeriksakan ke dokter.

Untuk mencegah terjadinya mimisan:

  1. Konsumsi lebih banyak cairan (air putih) untuk menjaga selaput lendir terhidrasi dengan baik.
  2. Membuka mulut ketika bersin (tidak mengatupkan mulut/menahan bersin).
  3. Hindari berada di ruangan dengan suhu terlampau dingin dan kering, serta hindari pemicu lainnya seperti asap.
  4. Jangan berlebihan menggunakan semprotan hidung atau dekongestan. Ke dua hal tersebut jika digunakan secara berlebihan, dapat mengeringkan hidung dan menimbulkan iritasi.

 

Sumber: Babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: