KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Depresi Saat Hamil

Posted on: April 10, 2014

Image

Kehamilan merupakan moment berharga dan membahagiakan untuk dijalani. Tidak seditkit wanita yang ‘berjuang’ untuk dapat diberi kesempatan menjalani proses tersebut di dalam hidupnya. Tapi, ternyata sebuah penelitian menemukan bahwa setidaknya 1 dari 10 wanita justru mengalami depresi ketika menjalani kehamilannya.

Selama bertahun-tahun, para ahli percaya bahwa hormon kehamilan dapat mencegah depresi. Hal ini kemudian dipatahkan, setelah ditemukannya fakta melalui sebuah penelitian bahwa peningkatan drastis beberapa hormon yang terjadi pada masa kehamilan dapat menganggu reaksi kimia pada otak dan berujung depresi pada beberapa wanita hamil. Perubahan hormon-hormon tersebut dapat menyebabkan kekhawatiran atau kegelisahan berlebih selama kehamilan.

Depresi dan gangguan emosional lainnya saat hamil, bisa jadi tidak terdeteksi. Karena, wanita hamil seringkali tidak mengindahkan perubahan emosi mereka dan terkadang mereka pun sungkan untuk membicarakannya. Padahal, gangguan tersebut jika didiamkan berlarut-larut, lama kelamaan dapat berpengaruh pada kesehatan fisik ibu hamil dan lebih jauh dapat memberikan efek tidak baik pada janin.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi terjadinya depresi masa kehamilan, antara lain:

 

  1. Sejarah keluarga yang mengalami gangguan emosional dan depresi. Wanita dengan sejarah anggota keluarga yang mengalami depresi, lebih rentan terhadap gangguan emosional ekstrim atau depresi.
  2. Hubungan yang sulit dengan pasangan. Ketidakstabilan status atau kondisi hubungan dengan pasangan sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi. Hal yang sering dilewati oleh pasangan yang mengalami hal ini adalah sungkan untuk mengkonsultasikannya dengan pakar. Umumnya, mereka malah berasumsi bahwa kelahiran anak dapat membantu hubungan menjadi baik kembali.
  3. Terapi kesuburan. Beberapa wanita yang pernah melakukan terapi kesuburan untuk mendapatkan keturunan, rentan mengalami depresi di masa kehamilannya. Umumnya hal ini disebabkan karena ada rasa khawatir yang besar akan kehilangan bayinya.
  4. Pengalaman keguguran yang berulang.
  5. Kehamilan yang bermasalah. Sebuah kehamilan rumit atau berisiko tinggi dapat menyebabkan ketidakstabilan emosional, terutama jika harus bed rest dalam jangka waktu yang cukup lama dan harus melalui berbagai macam tes genetik. Ada ketakutan-ketakutan yang muncul tentang kondisi kesehatan bayi dalam kandungan.
  6. Kondisi-kondisi yang membuat stress. Biasanya hal-hal yang ternyata menjadi ‘tekanan’ psikologis adalah yang berhubungan dengan kekhawatiran finansial, pindah rumah, tekanan pekerjaan di lingkungan kantor, rencana untuk menjadi ibu rumah tangga (tidak bekerja) setelah melahirkan, kehilangan (kematian) relasi atau kerabat terdekat, dll.

 

Kondisi atau gejala-gejala apa yang menunjukkan depresi?

  1. Perasaan tidak nyaman/enjoy dengan kehamilan yang dijalani.
  2. Sedih, atau merasa ‘kosong’ hampir setiap saat, setiap harinya.
  3. Sulit untuk konsentrasi.
  4. Menangis berlebihan dan/atau merasa terganggu dengan hal-hal kecil
  5. Sulit tidur atau tidur sepanjang hari.
  6. Sakit kepala ekstrim yang terus menerus.
  7. Keinginan untuk terus menerus makan atau tidak ingin makan sama sekali.
  8. Perasaan bersalah yang tiba-tiba muncul dan berlebihan serta merasa tidak berguna.
  9. Kemampuan bersosialisasi yang memburuk (gampang marah, tersinggung, tidak merespon pembicaraan dengan baik, dll).
  10. Bicara tidak teratur, topik pembicaraan yang melompat-lompat dengan cepat dan saling tidak berhubungan.
  11. Keinginan untuk menyakiti diri sendiri.

Lonjakan emosi yang tiba-tiba terjadi saat menjalani kehamilan, memang hal yang lumrah terjadi. Tetapi, hal tersebut tidak kemudian menjadi tidak penting untuk diperhatikan. Apalagi jika hal tersebut mulai mempengaruhi kondisi fisik. Seperti, merasa pusing dan mual tiba-tiba.

Sekecil apapun penyebab emosi tersebut muncul, bicarakanlah dengan pasangan dan/atau teman terdekat. Karena, menjalani kehamilan adalah momen yang seharusnya dijalani dengan bahagia.

 

Sumber: Babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: