KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Gangguan Pencernaan Pada Masa Kehamilan

Posted on: April 19, 2014

Image

Kehamilan selalu membawa ‘cerita baru’. Banyak hal yang tidak pernah terjadi sebelum hamil, muncul ketika kehamilan berjalan. Seperti misalnya sakit maag. Banyak wanita mengalami sakit maag untuk pertama kalinya selama kehamilan – dan meskipun itu umum dan umumnya tidak berbahaya, itu bisa sangat tidak nyaman.

Nyeri pada ulu hati (juga disebut asam pencernaan atau naiknya asam lambung) adalah sensasi terbakar yang memanjang dari bagian bawah tulang dada ke tenggorokan yang lebih rendah. Ini disebabkan oleh beberapa perubahan hormonal dan fisik dalam tubuh ibu hamil.

Selama kehamilan, plasenta memproduksi hormon progesteron, yang merenggangkan otot polos rahim. Hormon ini juga melemaskan katup yang memisahkan esofagus dari lambung, yang memungkinkan asam lambung meresap kembali, yang kemudian menyebabkan sensasi terbakar yang tidak nyaman.

Progesteron juga memperlambat kontraksi pada kerongkongan dan usus, sehingga pencernaan menjadi lamban. Semakin tua kehamilan, bayi akan semakin membesar dan memenuhi rongga perut, lalu mendorong asam lambung kembali ke kerongkongan.

Banyak wanita mulai mengalami panas dalam dan ketidaknyamanan pencernaan lainnya pada semester kedua kehamilan. Hal ini, biasanya datang dan pergi sampai bayi lahir. Meskipun bagi beberapa wanita hamil, sakit maag menjadi hal yang datang tiba-tiba dan tidak terhindari, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut:

  • Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan gangguan pada pencernaan. Antara lain; minuman berkarbonasi; alkohol (yang wajib dihindari pula selama kehamilan); kafein; cokelat; makanan asam, cuka; daging olahan; produk mint; dan pedas, makanan yang digoreng, atau makanan berlemak.
  • Jangan makan dengan porsi besar. Sebaliknya, makan beberapa makanan dalam porsi kecil sepanjang hari. Luangkan waktu untuk  makan, agar makanan dapat dikunyah secara menyeluruh.
  • Hindari minum dalam jumlah besar selama makan
  • Cobalah mengunyah permen karet setelah makan. Permen karet dapat merangsang kelenjar ludah, dan air liur dapat membantu menetralkan asam.
  • Jangan makan dekat dengan waktu tidur. Beri diri dua sampai tiga jam untuk mencerna sebelum berbaring.
  • Tidur disangga dengan beberapa bantal. Mengangkat tubuh bagian atas akan membantu menjaga asam lambung, di mana mereka berada dan akan membantu pencernaan.
  • Jaga bertambahnya berat badan, dan usahakan tetap pada ‘acuan’ yang diberikan oleh dokter atau bidan.
  • Memakai pakaian yang longgar dan nyaman. Hindari pakaian yang terlalu ketat di sekitar pinggang dan perut

Jika sakit tidak kunjung hilang (bertahan terus menerus selama lebih dari 24 jam), dan sampai membuat sulit untuk makan, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

 

Sumber: Babycenter.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: