KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Tidak Mudah, Bukan Berarti Menyerah

Posted on: April 20, 2014

Image

Pelangi, putri dari pasangan Ika Ratih Yuliana dan Muhammad Fahrurozi, akhirnya meramaikan keseharian mereka berdua. Bayi yang selama 38 minggu berada di bawah pengawasan dr Achmad Mediana, SpOG ini, lahir dengan berat badan 3,1 Kg. Pelangi sempat membuat ayah bundanya sedikit kalut dan bingung. Kalut karena di hari keempat di rumah, Pelangi belum juga ‘sempurna’ menyusu. Bayi yang lahir melalui proses sectio cesarian ini, sempat membuat sang nenek putus asa dan menyarankan agar Pelangi ‘ditangani’ dengan diberikan susu formula.

Tanpa bermaksud ‘tidak baik’ terhadap Sang Ibu, Ika dan Oji bersikeras untuk hanya memberikan ASI pada Pelangi, bagaimana pun caranya. Berbekal pengetahuan dari beberapa artikel dan konselor laktasi, mereka menyadari bahwa baik orang tua dan bayinya sedang sama-sama belajar beradaptasi.

“Agak menyesal karena tidak melakukan treatment apapun sebagai persiapan untuk produksi ASI ketika hamil. Tapi waktu Pelangi seolah gak mau menyusu, aku tau bahwa dia belum terbiasa untuk menghisap dan memang produksi ASIku sendiri belum banyak. Sedih dan bingung waktu itu, tapi hal terbaik yang bisa dilakukan saat itu adalah dengan tidak berhenti menyodorkan ASI. Lama kelamaan produksi ASI meningkat dengan sendirinya”. Ika bercerita tentang ‘tantangan’ yang dihadapinya di awal pasca melahirkan.

Kepanikannya terjadi lagi ketika usia Pelangi hampir memasuki bulan kedua. Ketika membawanya untuk imunisasi, Sang dokter anak menyatakan bahwa berat badan Pelangi di bawah rata-rata normal bayi seusianya. Jika dalam 2 minggu, Pelangi tidak mengalami kenaikan berat badan, maka mau tidak mau, ia harus ‘dibantu’ oleh susu formula. Ancaman tersebut justru membuat Ika semakin berusaha lebih keras untuk memberikan ASI lebih sering. Dua minggu setelah ‘vonis’ gagal tumbuh tersebut dilontarkan, berat badan Pelangi melonjak. Dia terbebas dari ancaman gagal tumbuh.

“Pelangi sekarang minum ASInya lebih lama dibanding sebelumnya. Tadinya Cuma 10 menittan. Sekarang paling sebentar 15 menit dan paling lama sampai 1 jam. Terakhir periksa ke dokter, Pelangi umur 1 bulan 3 minggu, beratnya 4.37 Kg. Banyak makan sayuran, terutama kacang2an, hampir tiap hari makan sayur bening yg isinya jagung muda, toge kedelai dan sayur2 lainnya..oia, ngemil kacang tanah! Makanan-makanan itu bantu banget memperbanyak produksi ASI”. Ika menuturkan hasil keras kepalanya menolak susu formula untuk Pelangi.

Menyadari ‘tugas’ Ika sebagai ibu, bukanlah tugas yang enteng, Oji mengambil alih tugas begadang selama 2 minggu pertama pasca melahirkan. Setelah Pelangi minum ASI, Si ayahlah yang kemudian menggantikan popok dan menimang Pelangi sampai terlelap kembali.

“Sampai sekarang, yang gantikan popok Pelangi tengah malam ya, Oji”. Ika merasa sangat lega dan terbantu dengan kerelaan suaminya.

“ASI jauh lebih baik dari sufor. Dan memang manusia itu tidak membutuhkan susu dari hewan, right? Human milk for human babies”. Tegas Ika, menutup perbincangan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: