KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mempersiapkan Kehamilan

Posted on: Mei 23, 2014

Image

Asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, jelas dibutuhkan untuk menjaga tubuh untuk selalu sehat. Terutama bagi wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan. Persiapan kehamilan yang baik, jelas menjadi faktor utama agar janin dapat bertumbuh kembang dengan baik.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan bagi wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan:

* Asupan Bernutrisi

Makanan dan minuman yang diasup setiap harinya, sebelum kehamilan, berkaitan erat terhadap nutrisi janin. Zat nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat, antara lain:

-Asam folat. Wanita yang merencanakan kehamilan, disarankan untuk mengkonsumsi asam folat minimal 1 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Zat ini banyak terdapat pada jenis padi-padian, sayuran hijau, telur, hati, kacang polong, stroberi, ikan, jeruk, alpukat, pisang, kacang hitam, kembang kol, dll.

-Kalsium: Kebutuhan kalsium pada masa pra-konsepsi bisa didapat dari sayuran hijau seperti brokoli, dan buah-buahan seperti kiwi dan lainnya. Kalsium berguna untuk pembentukan tulang dan gigi pada janin.

-Zat besi: Sumber zat besi adalah sayuran hijau dan daging merah. Zat ini penting untuk pembentukan sel darah. Bila ibu hamil  kekurangan zat besi, janin akan mengambil dari persediaan zat besi dari tubuh calon ibu. Efeknya, menimbulkan anemia ketika menjalani kehamilan.

* Olahraga Teratur

Selama masa prakonsepsi, calon ibu dianjurkan untuk rutin berolahraga. Olahraga membantu melancarkan peredaran darah, sehingga berpengaruh positif pada kesehatan sistem reproduksi, termasuk rahim. Selain itu, dengan fisik yang sehat dan stamina yang kuat akan membuat calon ibu  senantiasa bugar, percaya diri, dan terhindar dari stres. Berolahraga membantu calon ibu menjaga berat badan sehat. Berat badan sehat yang dianjurkan adalah BMI (Body Mass Index) antara 20-27.

Hindari berolahraga secara berlebihan karena justru bisa membuat siklus datang bulan calon ibu menjadi tidak teratur. Tentunya tak perlu berolahraga selama berjam-jam. Mulailah dengan berjalan kaki sekitar 20 menit sehari, bersepeda ataupun berenang. Berenang selama kurang lebih 1 sampai 2 jam per minggu membantu mengurangi sakit punggung, meredakan sakit datang bulan, serta membuat proses persalinan menjadi lebih mudah.

*Hindari Rokok dan Alkohol

Jika calon ibu terbiasa merokok atau bahkan minum alkohol, sebaiknya segera dihentikan. Merokok dan minuman beralkohol akan menurunkan kemungkinan hamil sebesar 50 persen. Tembakau dapat menurukan kesuburan dan memperburuk sperma pasangan. Selain itu, rokok dan alkohol dapat menyebabkan keguguran, bayi prematur dan berat bayi lahir rendah.

*Mengurangi Kafein

Kafein yang terdapat di dalam kopi, teh, coklat, minuman penambah energi, dan minuman bersoda, dapat menghambat aktivitas otot tuba falopi, yang membawa sel telur ke rahim. Konsumsi kafein dapat memengaruhi kesuburan calon ibu

*Perhatikan Berat Badan

Perhatikan berat badan ideal, artinya tak tak terlalu berat/berlebih atau terlalu ringan/kurang. Pasalnya, kondisi seperti ini menjadi salah satu hal yang menyebabkan wanita sulit hamil.  Selain itu, ketika merencanakan kehamilan, hindari mengurangi/membatasi makan misalnya karena ingin mempertahankan tubuh agar tetap langsing, padahal dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral yang sudah pasti akan sangat dibutuhkan ibu dan janin.

Penting diketahui, berat badan sebelum hamil sangat mempengaruhi pertambahan berat badan di masa kehamilan. Selama kehamilan, kenaikan berat badan total calon ibu normalnya antara 12-15 kg. Berat badan yang ideal saat mulai kehamilan berkisar antara 45-65 kg.  ketika hamil, berat badan yang kurang (underweight) atau berlebih (overweight) akan berisiko baik kepada calon ibu maupun janin.  Terutama berat badan berlebih, berdampak juga saat persalinan dan usai persalinan, berisiko mengalami hipertensi dan diabetes.

Dianjurkan, untuk ibu yang normal dan obesitas kenaikan yang dianjurkan, masing-masing 0,4 dan 0,3 kg setiap minggu. Untuk calon ibu yang berat badan berlebih diharapkan menjaga pola makan dengan gizi cukup dan seimbang, selain itu hindari makanan pemicu gula darah tinggi seperti makanan yang manis-manis, berlemak, goreng-gorengan, dan makanan tinggi kolesterol.

Pada kondisi yang lain, calon ibu yang kekurangan berat badan pada saat hamil berisiko tinggi melahirkan bayi prematur atau bayi lahir dengan berat rendah. Kelahiran prematur dapat menyebabkan masalah kesehatan atau bahkan fatal bagi bayi.

*Konsultasi Pada Dokter Ahli

Rencanakan untuk berkonsultasi dengan ahli. Utarakan pada dokter, penyakit apa saja yang perlu diderita, misalnya alergi, tekanan darah, atau diabetes. Dengan begitu, dokter dapat memberikan arahan apa yang harus diakukan dan konsumsi.

Pastikan pula mendapatkan vaksin TORCH (toxo, rubella, cytomegalo, dan herpes).   Selain itu, pastikan pasangan tak  terinfeksi penyakit kelamin seperti gonorrhea , syphilis dan clamydia. Intinya, konsultasikan ke dokter setiap hal yang mencurigakan yang berhubungan dengan alat kelamin dan kandungan. Tak kalah penting, kenali juga sejarah kesehatan keluarga calon ibu dan pasangan. Hal ini akan sangat membantu dokter untuk mendeteksi kemungkinan penyakit genetik yang akan dibawa bayi.

Lakukan pula konsultasi/pemeriksaan dengan dokter gigi untuk melakukan perawatan kesehatan gigi, misalnya bila ada gigi berlubang sebaiknya ditangani terlebih dulu sebelum berencana hamil.

 

Sumber: Kompas Health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: