KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Lebih Hati – Hati Saat Hamil

Posted on: Juni 17, 2014

Kecelakaan bumil

 

 

 

 

 

Seiring dengan semakin membesarnya perut ketika menjalani kehamilan, tidak jarang beberapa kecelakaan kecil terjadi pada saat ibu hamil. Misalnya tak sengaja terbentur ujung meja, tersandung kabel saat di kantor, atau terpukul atau bahkan perut tertabrak saat berpapasan dengan kerumunan orang. Bahaya atau tidaknya kecelakaan-kecelakaan tersebut pada kehamilan, tergantung banyak hal, di antaranya bentuk kecelakaan itu sendiri dan bagaimana intensitasnya.

Semakin besar usia kehamilan, banyak perubahan dialami ibu hamil. Salah satunya, berat badan. Perubahan bobot tubuh inilah yang dapat menyebabkan ibu hamil kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh. Selain itu, gangguan mual dan muntah menyebabkan terganggunya asupan gizi pada ibu. Berkurangnya asupan glukosa pada kehamilan juga dapat mengganggu pertumbuhan bayi dan menyebabkan ibu menjadi lemas karena kurangnya kalori. Akibatnya, ibu hamil susah berdiri dengan kuat dan mengalami gangguan keseimbangan.
Selain itu, ketika memasuki minggu ke-33 kehamilan, ibuhamil mulai mengalami kesulitan bernafas karena gerakan bayi yang berada di bawah diafragma menekan paru-paru. Selain itu, sakit punggung, konstipasi, sulit tidur dan sebagainya, mengakibatkan ketidaknyamanan yang akhirnya memicu timbulnya stres pada kehamilan. Ujung-ujungnya, memori dan daya konsentrasi ibu hamil terganggu dan menyebabkan ibu hamil kerap tersandung atau terpeleset.

Bila kecelakaan menyebabkan terjadi perdarahan tak boleh dianggap remeh. Seberapa pun ringan sifat perdarahannya, tetap harus diwaspadai bahwa hal tersebut bisa jadi ibu dan janin. Terlebih bila usia kehamilan di atas 4 bulan, ada pertanda lain yang mengancam kehamilan, yakni kontraksi yang bisa langsung dirasakan atau dalam skala lebih ringan berupa rasa mulas. Mulas merupakan salah satu isyarat yang menandakan ada kontraksi dari rahim. Guncangan yang terjadi menyebabkan rahim berkontraksi secara berlebih hingga menimbulkan rasa nyeri dan bila dipegang dinding rahim terasa keras. Jadi, bila menemukan kedua tanda tadi, segera periksakan ke dokter agar bisa diketahui sampai sejauh mana bahayanya terhadap ibu dan janin.

Perlu diperhatikan juga, sekalipun tak ada keluhan, sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan USG untuk melihat ada-tidaknya perdarahan maupun kebocoran plasenta. Kendati begitu, tak menutup kemungkinan ibu hamil yang jatuh atau mengalami benturan, tapi ketika diperiksa memang tak mengalami luka yang berarti. Hal ini amat bergantung dari posisi jatuh maupun bentuk dan intensitas benturan yang dialami. Jatuh terduduk atau telungkup tentu akan berbeda dampaknya.

Untuk mencegah tersandung, penggunaan ‘flat shoes’ berujung bulat atau yang terbuka di bagian depan dapat membantu ibu hamil menghindari hal tersebut. Selain itu, latihan yoga khusus ibu hamil (prenatal yoga) dapat membantu ibu hamil menjaga keseimbangan tubuh.

 

 

Sumber: Ayah Bunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: