KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Perubahan Bentuk Pusar Saat Hamil

Posted on: Juni 17, 2014

Image

Saat kehamilan semakin membesar, biasanya pusar akan tampak menonjol keluar. Hal ini adalah normal karena ukuran janin yang semakin membesar. Namun terkadang beberapa ibu hamil mengeluhkan gatal dan terasa nyeri di sekitar pusar.

Pusar biasanya mulai tampak menonjol saat kehamilan memasuki trimester ke-2. Pada beberapa ibu hamil, ada yang pusarnya yang tidak hanya menonjol tapi juga melebar. Bahkan, ukurannya bisa mencapai dua kali lipat dari ukuran awal.

Rahim yang ikut membesar mengikuti ukuran janin, akan mendorong perut ke arah depan sehingga pusar jadi menonjol. Selain itu, jumlah janin (hamil kembar) yang dikandung serta berat dan tinggi badan,  menjadi hal yang mempengaruhi besarnya tonjolan pusar. Pada beberapa ibu hamil, pusar yang menonjol ini mungkin terasa mengganggu. Tapi, jangan menempelkan plester atau selotip untuk menahan pusar. Ini akan membuat  iritasi pada kulit yang tertutup selotip atau plester tersebut.

Rasa gatal pada pusar muncul akibat kulit meregang sehingga menimbulkan iritasi. Untuk mengurangi rasa gatal, jaga kelembaban kulit perut. Gunakan pelembab kulit yang aman untuk ibu hamil secara rutin. Bila saat kehamilan memasuki trimester ke-3 dan rasa gatal di pusar kian meluas hingga ke kaki, lengan, serta bokong, bisa jadi terkena PUPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy). Gangguan kulit ini dipicu oleh peningkatan hormon HCG (Human Chorionic Gonadatrophin) dan hormon estrogen. Selain gatal, timbulnya PUPP biasanya disertai gejala lain seperti ruam, rasa kebas, kulit kemerahan, bengkak, serta muncul bintik-bintik berisi cairan.

Rasa nyeri di bagian dalam pusar timbul akibat tekanan dari kulit yang mengalami peregangan kuat. Biasanya rasa nyeri ini akan terus terasa hingga masa kehamilan berakhir dan mencapai puncak rasa tidak nyaman ketika kehamilan sekitar 20 minggu. Nyeri pada bagian dalam pusar ini juga dapat terjadi sebagai efek samping dari muntah yang terus menerus. Bedanya, rasa nyeri tersebut akan hilang dalam satu atau dua hari setelah berhenti muntah-muntah. Namun, jika rasa nyeri cukup mengganggu apalagi disertai benjolan pada pusar yang menonjol, sebaiknya segera periksa ke dokter. Sebab, itu seringkali merupakan gejala hernia.

Sumber: Ayah Bunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: