KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Menyusui Bayi Prematur

Posted on: Agustus 20, 2014

Premature

 

Bayi prematur tentu memiliki kondisi berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan pada umumnya. Sehingga, dalam menyusuinya pun terdapat beberapa kondisi yang tertentu. 

Berikut ini kondisi-kondisi yang dapat terjadi dan bagaimana penanganan yang dapat dilakukan, antara lain:
– Rawat pisah. Bayi prematur yang dirawat terpisah dengan ibu atau dirawat di ruang perawatan khusus atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit) biasanya membuat produksi ASI ibu tidak seoptimal bila bayinya dirawat gabung. Untuk mengoptimalkannya cobalah memerah ASI usai melahirkan. Bila Anda melahirkan dengan cara sesar, 3 jam setelah lahir, berikan langsung ASI perah pada si kecil. Sedangkan  melahirkan dengan cara normal maka, setelah 2 jam pasca lahir, Anda bisa langsung memberikan ASI perah padanya yang dalam memberikannya akan  dibantu oleh perawat di rumah sakit.

– Tidak ada cadangan makanan. Beberapa bayi prematur mempunyai cadangan makanan lebih rendah atau bahkan tidak ada. Jika hal ini terjadi, ia harus mendapatkan cairan intravena atau diinfus untuk menstabilkan keadaannya. Anda bisa memberikan ASI bila ususnya sudah siap menerimanya.

– Reflek hisap belum sempurna. Bayi prematur belum memiliki reflek hisap yang baik. Maka Anda  disarankan untuk melakukan rawat gabung dan melakukan perawatan metode kangguru atau Kangoroo Mother Care. Metode ini dapat merangsang hormon oksitosin ibu, yang  mengoptimalkan produksi ASI. 

– ASI perah melalui oro grastric tube atau memasukkan selang dari mulut ke lambung. Setelah itu,  bayi akan diberi ASI perah secara bertahap dengan dot untuk merangsang reflek hisap bayi yang belum optimal. Seiring dengan bertambahnya usia, berat badan bayi yang meningkat dan kestabilan kondisi kesehatannya, maka sebaiknya mulai dilatih untuk menyusu langsung.

 

Hal penting yang harus selalu dijaga oleh ibu yang melahirkan bayi prematur adalah tetap tenang dan berpikir positif. Karena, kedua hal tersebut merupakan syarat utama untuk menjaga produksi hormon oksitosin.
 

Sumber: Ayah Bunda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: