KPLC – Kemang Pregnancy and Lactation Care

Pilihan Kontrasepsi Untuk Ibu yang Sedang Menyusui

Posted on: Agustus 20, 2014

 

Kontrasepsi

Memilih alat kontrasepsi, bagi beberapa ibu yang baru melahirkan dan sedang memberikan ASI, seringkali menjadi suatu hal yang membingungkan. Saat ini tersedia beberapa pilihan cara KB untuk ibu menyusui yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi dan kesepakatan Anda dan suami. Di bawah ini, adalah beberapa pilihan metode KB untuk ibu menyusui:

LAM (Menyusui sebagai cara ber-KB)

Menyusui dapat menjadi menjadi cara pencegahan kehamilan secara alami. Metode ini disebut sebagai LAM (Lactational Amenorrhea Method). Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar tidak terjadi kehamilan, yaitu :

  • Anda belum mendapatkan menstruasi kembali setelah melahirkan
  • Bayi hampir 100% hanya meminum ASI
  • Bayi belum berusia 6 bulan
  • Menyusui setiap 4 jam dalam 24 jam

Bila salah satu syarat tidak dipenuhi, ibu menyusui perlu mempertimbangkan cara KB untuk ibu menyusui lainnya yang tertera di bawah ini :

Kondom Laki-laki dan Perempuan

Kondom untuk laki-laki sudah biasa kita kenal. Padahal, tersedia pula kondom untuk wanita. Cara kerjanya sama dengan kondom laki-laki. Bedanya, kondom ini dimasukkan ke vagina sehingga mencegah sperma masuk ke dalam vagina.

Spermisida

Spermisida dapat berupa jel, busa, spons, yang dapat dioleskan pada vagina dengan tujuan membunuh sperma. Spermisida digunakan sebelum melakukan hubungan seksual. Ada pula spermisida yang berbentuk tablet dan dimasukkan ke dalam vagina.

Diafragma dan spermisida

Metode ini menggabungkan penggunaan diafragma (kap bulat) dengan spermisida. Diafragma yaitu selubung karet yang dimasukkan ke dalam vagina sehingga menutupi mulut rahim. Alat ini dapat dicuci dan dipakai berkali-kali. Spermisida biasanya juga digunakan bersama diafragma ini untuk membunuh sperma, karena penggunaan spermisida saja kadang tidak efektif.

IUD

Seringkali dikenal dengan sebutan Spiral, terbuat dari tembaga dan dimasukkan ke rahim oleh dokter. Tujuannya adalah mencegah sperma mencapai sel telur. IUD sudah menjadi cara KB yang populer dan dapat bertahan 5 sampai 10 tahun.

IUD dengan hormon

Seiring dengan perkembangan waktu, IUD juga ada yang dilengkapi dengan hormon progesteron dalam dosis rendah. Hormon ini akan mempertebal lendir pada serviks, sehingga sperma sulit mencapai sel telur. Selain itu hormon ini mencegah pelepasan sel telur.

Pil mini

Pil ini mengandung hormon progesteron yang mencegah pelepasan sel telur. Cara ini sebagai cara KB untuk ibu menyusui yang paling mudah dilakukan.

Suntikan

Suntikan KB dapat dilakukan setiap bulan atau 3 bulan, tergantung pilihan Anda. Hormon progesteron diberikan melalui suntikan, sehingga fungsinya sama dengan pil mini.

Vasektomi (steril pria)

Cara ini dilakukan dengan memotong saluran yang meluncurkan sperma dari testikel laki-laki. Cara ini bersifat permanen.

Tubektomi (steril wanita)

Cara ini juga bersifat permanen, yaitu dengan motong saluran yang membawa sel telur ke rahim.

Pil Kontrasepsi Darurat (PKD)

Pil ini disebut juga pil Kondra. Sistem kerjanya adalah membunuh sperma sebelum membuahi sel telur. Pil ini diminum 2 kali. Pertama kali paling lama adalah dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seksual, dan pil kedua adalah 12 jam setelah pil pertama diminum. Pil ini berbeda dengan aborsi, karena pembuahan belum terjadi.

Cara lainnya

Cara KB untuk ibu menyusui yang alami adalah dengan cara kalender, namun sulit dilakukan bila menstruasi belum datang. Selain itu, mengeluarkan sperma di luar vagina adalah salah satu cara KB alami yang dapat dilakukan.

 

Sumber: The Asian Parent

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: